Fahri Mengenang Sejarah PKS dan Pemecatan oleh DPP

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Wakil ketua DPR Fahri Hamzah. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wakil ketua DPR Fahri Hamzah. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Fahri Hamzah curhat tentang hubungannya dengan DPP PKS melalui media sosial, di tengah perayaan ulang tahun PKS ke-19. Fahri masih tak habis pikir dengan pemecatan dirinya oleh DPP PKS, padahal pemecatan itu sekarang dikalahkan pengadilan.

"Hari ini adalah penutup #MILAD19PKS, banyak sahabat bertanya soal hubungan saya dengan PKS. Izinkan saya sedikit menerangkan," ucap Fahri di Facebooknya @FahriHamzahPage, Selasa (2/5). Fahri juga mempublikasikannya di Twitter dan Instagram.

Fahri mula-mula menjelaskan lewat sebuah foto bahwa dia adalah deklarator PKS yang dulunya Partai Keadilan (PK) pada 9 Agustus 1998.

Foto Deklarasi Partai Keadilan. (Foto:  Dok. Fahri Hamzah)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Deklarasi Partai Keadilan. (Foto: Dok. Fahri Hamzah)

Saya adalah salah seorang deklarator partai. Di foto ini saya ada paling kiri dan paling kanan adalah LHI yang masih dibui

Fahri menjelaskan, Milad PKS ke-19 merujuk pada tahun deklarasi PK tersebut tahun 1998. Meski PK berubah menjadi PKS pada tahun 1999 setelah kegagalan threshold di pemilu 1999.

"Saya tidak pernah punya masalah sejak berdirinya partai, bahkan sejak masa kaderisasi sebelumnya," terang Wakil Ketua DPR itu.

Fahri mengenang perjalanannya di PKS sejak saat dia tiba di Jakarta tahun 1992 karena diterima menjadi mahasiswa FE UI. Fahri langsung ikut kaderisasi PKS yang dikenal sebagai tarbiyah di kampus UI.

"Saya merangkak dari bawah, gagal di Pemilu 1999 lalu maju lagi di Pemilu 2004 dan terpilih sampai sekarang," ujar Fahri.

Rapat Paripurna DPR (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rapat Paripurna DPR (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Dia terpilih lagi sebagai anggota DPR dari dapil NTB pada Pemilu 2014, di tengah kasus korupsi Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Fahri menyebut dia menjadi kader PKS dengan suara paling besar di antara 40 anggota Fraksi PKS.

"Dapil saya NTB adalah penyumbang suara paling besar di tengah badai. Ini kerja bersama luar biasa," terangnya.

Pemilu 2014 itu menjadi pemilu paling berat bagi PKS, kata Fahri, setelah peralihan kekuasaan dari LHI ke Anis Mata yang disebut Fahri pemimpin yang hebat luar biasa. Anis dianggap Fahri mengembalikan jiwa kader yang lesu, yang dalam istilah almarhum Taufik Ridho 'mengubah musibah menjadi anugerah'.

Taufik Ridho, mantan sekjen PKS. (Foto: Facebook Taufik Ridho)
zoom-in-whitePerbesar
Taufik Ridho, mantan sekjen PKS. (Foto: Facebook Taufik Ridho)

"Demikianlah PKS kembali dan segala luka sembuh oleh berbagai kinerja baru dan semangat menatap masa depan," kata Fahri.

Lalu pada pertengahan 2015 datanglah pengurus baru, Sohibul Iman terpilih sebagai Presiden PKS menggantikan Anis Mata. Fahri merasa dia dianggap tidak sesuai dengan arah baru partai.

"Entahlah, saya orang yang relatif mengerti arah. Dianggap tak tahu arah. Saya berargumen tapi rupanya argumen tidak diperlukan. Lalu skenario pemecatan disiapkan sebuah persidangan rekayasa," kata Fahri.

Jumpa pers PKS (Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Jumpa pers PKS (Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA)

"Kalau saya ceritakan kembali rekayasa itu tentu menyesakkan dada. Tapi sekarang kita lompat saja, gugatan saya dimenangkan negara," lanjutnya.

Pengadilan Negeri (PN) Jaksel memang telah memenangkan Fahri Hamzah dan memperkuat semua posisinya sebagai anggota PKS dan pimpinan DPR. Namun gugatan itu sedang dibanding oleh DPP PKS

"Bagi saya kekalahan memang memerlukan waktu. Tetapi menunjukkan sikap tidak hormat pada hukum negara itu adalah masalah," kritik Fahri.

Keputusan peradilan ini seolah menghapus seluruh sejarah dan persaudaraan yang pernah ada.

Nah di Milad PKS yang ke-19, Fahri berharap DPP PKS dewasa dalam berpolitik dan memahami cara kerja negara. PKS harus meneruskan tranformasi dari partai tertutup kepada partai terbuka dan membiasakan diri mengelola perbedaan.

"Penyelesaian perbedaan seperti yang dilakukan kepada saya tidak bisa diterima, dan itu bukan jalan agama juga bukan jalan negara," terang Fahri.

Wakil ketua DPR Fahri Hamzah. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wakil ketua DPR Fahri Hamzah. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

"Untuk itu saya akan terus berjuang, menyelamatkan harapan besar kita bersama. Saya ingin terus menguji kepemimpinan yang sekarang sampai mereka sadar bahwa ada batas bagi masa bodoh," lanjutnya.

"Selamat #MILAD19PKS kepada semua kader dan saudaraku, jangan lelah mengikhtiarkan kebaikan," tambahnya lagi.

instagram embed