Faksi Muda Munculkan Pemimpin Milenial Partai Golkar

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kunjungan DPP Partai Golkar ke Pontianak. (Foto: Dok. Staf Setya Novanto)
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan DPP Partai Golkar ke Pontianak. (Foto: Dok. Staf Setya Novanto)

Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Indra J Piliang mengunggah daftar calon pemimpin milenial Partai Golkar dalam akun twitternya, Selasa (25/4). Dalam daftar tersebut, Indra menyertakan 14 tokoh sebagai pemimpin muda Partai Golkar. Terdapat nama Erwin Aksa, Ahmad Zaki Iskandar, Airlanggar Hartarto, Agung Gumiwang hingga Azis Syamsuddin, Syahrul Yasin Limpo, Titiek Soeharto hingga Airin Rachmi Diani.

Indra mengaku mengunggah daftar itu untuk menunjukkan bahwa partainya memiliki stok pemimpin yang banyak. Sehingga, Partai Golkar sebenarnya tidak perlu bergantung kepada pemimpin-pemimpin partai yang merupakan generasi tua.

"Saya mau menjelaskan Partai Golkar itu banyak sekali. Kalau didaftar, Golkar banyak sekali kader yang potensial. Dari usia 40 hingga 60 tahun. Saya ingin memberikan satu gambaran betapa Golkar tidak seperti yang orang lihat. Figur yang kuat bukan hanya satu orang," ujar Indra ketika dihubungi kumparan (kumparan.com), Selasa (25/4).

Pemimpin Millenial Partai Golkar. (Foto: Twitter @IndraJPiliang)
zoom-in-whitePerbesar
Pemimpin Millenial Partai Golkar. (Foto: Twitter @IndraJPiliang)

Indra membantah langkahnya ini untuk menyiapkan calon pengganti bagi Ketum Setya Novanto jika tersangkut kasus dugaan korupsi e-KTP. Ia menegaskan sebagai anggota Dewan Pakar taat terhadap proses hukum yang berjalan.

"Dewan Pakar, kita menunggu proses hukum artinya tidak ada persoalan yang serius. Tidak ada yang bisa memastikan soal tersangka. Kita wait and see saja," ujarnya.

"Tapi saya tekankan kalau pun ada proses regenerasi yang tidak ada masalah," lanjutnya.

Indra menilai saat ini Partai Golkar membutuhkan penyegaran. Penyegaran, kata dia, harusnya berlaku di level pengurus. Dari tokoh-tokoh tersebut, Indra menyebut jika memang menginginkan penyegaran, maka tokoh yang tepat menjadi Ketum Golkar adalah Airin. Wali Kota Tangerang Selatan ini, kata dia, terbukti memiliki pengalaman dan kemampuan sebagai kepala daerah.

"Jangan-jangan memang Partai Golkar membutuhkan orang seperti Airin. Dari segi publik, ia bisa menjadi simbol partai. Saya rasa Golkar butuh penyegaran. Dan kalau mau drastis, ya langsung saja Airin," ujarnya.