Fakta Baru Sekeluarga di Bekasi Tewas Keracunan: Ai Menikah dengan Ayah Tiri
·waktu baca 2 menit

Jenazah satu keluarga yang terdiri dari ibu dan dua orang anaknya yang tewas diduga keracunan di sebuah rumah kontrakan di Kampung Ciketing, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, tiba di Kampung halamannya dan dimakamkan di Kampung Sudi Mampir, Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat malam (13/1).
Identitas para korban tewas:
Ai Maemunah (40 tahun), seorang ibu;
M. Ridwan Abdul Muiz (18), anak Ai Maemunah;
M. Ruswandi (15), anak Ai Maemunah.
Ai Maemunah telah menikah dua kali. Pernikahan pertama adalah dengan Didin (45), dan melahirkan dua anak yakni Ridwan dan Ruswandi yang tewas itu.
Setelah bercerai dengan Didin, Ai Maemunah menikah dengan Wowon (54) yang merupakan ayah tirinya.
"Ai ini menikah dengan bekas ayah tiri atau mantan suami dari ibu kandungnya yang telah meninggal dunia. Keputusan ini yang membuat keluarga besar kecewa, sehingga adik saya ini jarang sekali berkomunikasi dengan keluarga besar. Wowon ini memang diketahui bukan pria baik dan memiliki banyak utang," kata Nanang, kakak Ai Maemunah, Jumat (13/1).
Di Mana Wowon?
Didin, yang hadir di pemakaman, mengatakan sangat terpukul dan tidak percaya kedua anak laki-laki dan mantan istrinya itu tewas dengan tidak wajar.
Didin meminta polisi mengusut dan mengungkapkan kasus kematian keluarganya itu.
"Saya sudah cukup lama berpisah dengan almarhumah (Ai Maemunah), sangat sedih dan terpukul dengan kejadian yang juga merenggut nyawa kedua anak laki-laki saya. Saya meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini," kata Didin.
Didin mengungkapkan, banyak kejanggalan dalam kasus kematian keluarganya itu. Karena, usai kejadian suami dari Ai Maemunah tidak ada di tempat dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
"Saat ditemukan kata kepolisian, para korban dalam kondisi lemas dan mulut berbusa. Memang dugaannya keracunan, tapi saya yakin ini ada keterlibatan dari suami mantan istri saya, Wowon," kata Didin.
Ketiga korban, kata Didin, dimakamkan berdampingan di tiga liang lahat.
"Saya mohon agar kasus ini dapat terungkap, jika memang dugaan saya benar, pelakunya agar segera ditangkap," ujarnya.
