Fakta Baru soal Tewasnya Anak Pj Gubernur Papua Pegunungan di Semarang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keluarga berdoa di samping peti mati ABK (16), putri Pj Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo yang tewas, Kamis (18/5) kemarin. Foto: Intan Alliva/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Keluarga berdoa di samping peti mati ABK (16), putri Pj Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo yang tewas, Kamis (18/5) kemarin. Foto: Intan Alliva/kumparan

ABK (16), putri Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo, tewas setelah minum miras dengan Ahmad Nashir (22), teman prianya di Semarang.

Saat ini Nashir telah ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut kumparan rangkum fakta-fakta baru terkait kasus tewasnya anak Pj Gubernur Papua Pegunungan.

Ahmad Nashir Ditangkap

AN, pembunuh pembunuh ABK (16), putri Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo ditangkap. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Polisi menangkap Ahmad Nashir (22) alias AN, kenalan putri Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo.

Ahmad Nashir merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang, jurusan ekonomi semester 4. Korban dan pelaku saling kenal lewat media sosial.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, keduanya baru saling kenal. Pertemuan mereka pada tanggal 18 Mei 2023 itu merupakan pertemuan mereka yang pertama.

"Kenal lewat medsos tanggal 3 Mei yang lalu, chating di Telegram lalu ke Whatsapp, janji ketemu lalu dibawa ke TKP. Ini pertemuan pertama," kata Irwan.

Diduga Keracunan

Jenazah ABK (16), putri PJ Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo yang meninggal di kamar sebuah kamar kos tiba di rumah duka. Foto: Dok. Istimewa

ABK diduga mati lemas akibat keracunan.

"Keterangan lisan yang disampaikan oleh forensik, bahwa korban diduga meninggal karena asfiksia atau gagal napas atau mati lemas diduga mengalami keracunan," ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar dalam jumpa pers, Senin (22/5).

Meski begitu, polisi masih akan mendalami racun yang ada di tubuh korban melalui pemeriksaan lanjutan. Yakni pemeriksaan mikrobiologi, patologi anatomi, dan toksikologi.

"Soal keracunan masih sedang diikuti pemeriksaan tiga item tadi. Mikrobiologi, patologi anatomi dan toksikologi, itulah secara umum peristiwa kekerasan terhadap anak menyebabkan meninggal," jelas Irwan.

Sempat Diberi Susu dan Air Kelapa

Suasana rumah duka ABK (16), putri Penjabat (PJ) Gubernur Papua Pegunungan yang tewas di Pedurungan, Semarang, Jumat (19/5/2023). Foto: Dok. Istimewa

Nashir dan ABK saling kenal lewat media sosial pada 3 Mei 2023. Kemudian mereka sepakat bertemu di kamar kos yang disewa Nashir di Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Ngisor, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, pada Kamis (18/5). Keduanya lalu meminum miras.

Pengakuan dari Nashir, tidak ada paksaan dalam minum miras. Setelah minum miras terjadi persetubuhan antara korban dan tersangka.

"Pelaku mengakui menyetubuhi korban. Keterangan dari tersangka tidak memaksa, tetapi dari keterangan forensik ada luka," kata Irwan.

Irwan mengatakan, usai persetubuhan itu, korban mengalami mual. Pelaku lalu membelikan susu. Dia juga membelikan air kelapa untuk diminum korban.

"(Tersangka) mencoba membantu membelikan susu. Kemudian dilanjutkan lagi air kelapa yang dibeli tidak jauh dari tempat kos," kata Irwan.

Tidak lama setelah itu, korban mengalami kejang. Tersangka lalu meminta tolong kepada tetangga kosannya untuk membantu membawa korban ke Rumah Sakit Elisabeth.

"Setelah membawa korban ke RS Elisabeth yang bersangkutan menghubungi pihak keluarga, bahwa korban saat ini ada di rumah sakit. Setelah kembali dari rumah sakit dan kembali ke kos, pelaku (tersangka) diamankan," jelas Irwan.