Fakta-fakta 26 Turis di India Tewas Diberondong Tembakan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang prajurit paramiliter India berjaga di Pahalgam, sebelah selatan Srinagar, India, Rabu (23/4/2025). Foto: TAUSEEF MUSTAFA/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang prajurit paramiliter India berjaga di Pahalgam, sebelah selatan Srinagar, India, Rabu (23/4/2025). Foto: TAUSEEF MUSTAFA/AFP

Polisi India telah menahan sekitar 1.500 orang di seluruh Jammu dan Kashmir terkait kasus penembakan yang menewaskan 26 orang turis. Mereka ditahan dalam rangka bagian dari penyelidikan.

Dilansir Aljazeera, Kamis (24/4), pasukan keamanan telah merilis foto sketsa tersangka penyerang, sesuai sumber dan informasi yang kami terima.

Para penyerang bertarung selama 20 menit, terus menerus menggunakan senapan otomatis. Mereka yang terlibat dalam serangan itu adalah anggota Front Perlawanan Kashmir, cabang dari kelompok terlarang Lashkar-e-Taiba.

Menteri Luar Negeri India Vikram Misri, mengatakan 25 korban dalam serangan itu adalah warga negara India dan satu korban adalah warga negara Nepal.

"Sejumlah lainnya menderita luka-luka," kata Misri selama konferensi pers.

India-Pakistan Bersitegang Gara-gara Pembantaian Puluhan Turis di Kashmir

Petugas paramedis dan polisi membawa seorang turis yang terluka di sebuah rumah sakit di Anantnag, sebelah selatan Srinagar, India, Selasa (22/4/2025). Foto: TAUSEEF MUSTAFA/AFP

Ketegangan dua negara bertetangga, India dan Pakistan, memuncak akibat teror berdarah di Kashmir pada Selasa (22/4). India bahkan memutuskan menghentikan sejumlah perjanjian dengan Pakistan.

Mulai Rabu (23/4), India tak akan lagi memberikan air ke Pakistan. Warga Pakistan turut dilarang masuk ke India. Pemerintah India juga mengumumkan penurunan hubungan diplomatik dengan Pakistan.

Menteri Pertahanan India Rajnath Singh menyatakan, pelaku serangan terhadap para turis itu akan menghadapi respons cepat. Kejadian pembantaian terhadap turis di Kashmir menewaskan 26 orang.

Prabowo Kecam Serangan Rombongan Turis di India

Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi (kanan) di Hyderabad House, New Delhi, India, Sabtu (25/1/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengecam serangan terhadap rombongan turis di Kashmir, India. Ia menolak keras segala bentuk tindakan terorisme.

"Saya sangat prihatin dengan serangan teroris yang kejam yang menargetkan warga sipil di Pahalgam, India. Indonesia mengutuk keras tindakan keji ini dan mendukung rakyat dan pemerintah India dalam menolak segala bentuk terorisme," tulis Prabowo dalam akun sosial media X-nya @prabowo yang diunggah, Kamis (24/4).

Prabowo menegaskan bentuk kekejaman dengan motif apa pun tidak bisa dibenarkan. Prabowo mendukung pemerintah India untuk mengusut para pelaku penyerangan itu.

"Kekejaman seperti itu tidak dapat dibenarkan-apa pun motifnya, waktunya, tempatnya, atau pelakunya," ucap dia.

Lebih jauh, Prabowo juga berbelasungkawa atas kejadian itu. Ia mendoakan para korban segera pulih.

PM Modi: Kami Akan Kejar Pelaku Pembantaian Kashmir Sampai ke Ujung Dunia

Perdana Menteri India Narendra Modi memastikan, pihaknya akan mengejar dan menghukum pelaku pembantaian puluhan turis di Kashmir. Kejadian di Kashmir berujung memanasnya hubungan antara India dan Pakistan.

Aparat keamanan India menyatakan, pelaku pembantaian adalah kelompok radikal di Kashmir. Dua orang pria bersenjata yang membantai turis teridentifikasi sebagai warga Pakistan.

Modi saat memberikan pidato di Bihar pada Kamis (24/4), secara khusus mendoakan 26 korban pembantaian di Kashmir. Kemudian Modi berjanji akan mencari seluruh pelaku.

“Kami akan mengejar mereka sampai ke ujung dunia,” ucap Modi seperti dikutip dari Reuters.