Fakta-fakta Balita Hanyut di Selokan Surabaya Ditemukan di Hari ke-4 Pencarian

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi mayat balita 4 tahun yang hanyut di Sungai Nalawo Nias. Foto: Humas SAR Nias
zoom-in-whitePerbesar
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi mayat balita 4 tahun yang hanyut di Sungai Nalawo Nias. Foto: Humas SAR Nias

MR, balita berusia 3,5 tahun yang tinggal di Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya, tewas setelah hanyut di selokan saat bermain hujan.

Ia melangkah ke selokan yang tertutup air, lalu tenggelam dan hanyut pada Selasa (24/12). Peristiwa ini terekam CCTV di lokasi kejadian. Selama 3 hari lamanya, pencarian dilakukan oleh BPBD Surabaya, hingga melibatkan pantauan drone dari udara.

Pada Jumat (27/12), MR ditemukan tewas sekitar 3-4 kilometer dari rumahnya. Jasadnya tersangkut di jajaran tanaman eceng gondok.

Seperti apa cerita penemuan jasad MR, berikut kumparan rangkum.

Balita di Surabaya Ditemukan 3-4 Km dari Selokan Tempatnya Hanyut, Ditemukan di antara Tanaman Eceng Gondok

Pencarian MR berakhir. Kapolsek Wiyung, Kompol Slamet Agus Sumbono, mengatakan jarak penemuan jenazah MR dari dari lokasi kejadian sekitar empat kilometer.

"Alhamdulillah dari titik 0 (lokasi kejadian) ke lokasi penemuan ini kurang lebih sekitar 3-4 km," kata Agus saat dikonfirmasi, Jumat (27/12).

Agus menyampaikan, jenazah MR ditemukan di antara eceng gondok di bawah jembatan sungai sekitar SMP Negeri 34 Surabaya saat petugas mengurai menggunakan ekskavator.

Petugas BPBD mencari MR, balita 3,5 tahun warga Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya, yang hanyut tercebur selokan ditemukan di dekat jembatan SMP Negeri 34 Surabaya, Jumat (27/12/2024). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Ia menduga, jasad MR tersangkut oleh eceng gondok dan terbawa hingga ke bawah jembatan tersebut.

"Ini ditemukan karena mungkin banyaknya semak-semak atau eceng gondok yang sangat tebal. Alhamdulillah dari pemkot kemarin sudah mendatangkan ekskavator alhamdulillah dari pagi kemarin sampai sekarang sudah bisa ditemukan jenazahnya," ucapnya.

Ditemukan Tewas di Dekat Jembatan Sungai SMP Negeri 34 Surabaya

Balita itu ditemukan setelah empat hari pencarian dengan kondisi tak bernyawa di dekat jembatan sungai SMP Negeri 34 Surabaya, pada Jumat (27/12) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Pada penemuan ini saya mendapat info dari teman-teman yang ada di lapangan pada pukul kurang lebih 14.00 WIB ditemukan di jembatan SMP 34," kata Komandan Tim SAR Surabaya, Eko Aprianto saat ditemui di lokasi, Jumat (27/12).

Petugas BPBD mencari MR, balita 3,5 tahun warga Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya, yang hanyut tercebur selokan ditemukan di dekat jembatan SMP Negeri 34 Surabaya, Jumat (27/12/2024). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Eko menyampaikan, jenazah MR ditemukan berada di bawah tumpukan eceng gondok saat petugas melakukan penguraian menggunakan ekskavator.

"Kalau menurut teman-teman pas alat berat melakukan penguraian itu dia di dalam bucket terus sempat jatuh ke air lagi. Akhirnya dievakuasi sementara di atas perahu karet," ucapnya.

Keluarga Minta Jenazah Balita yang Hanyut di Selokan Dimakamkan di Pasuruan

Keluarga MR, meminta jenazahnya dimakamkan di Pasuruan, tempat tinggal orang tuanya. MR sendiri memang warga Pasuruan, ia dititipkan kepada seorang pengasuh di Surabaya, bernama Intani sejak kecil.

Proses pencarian balita laki-laki 3,5 tahun yang tercebur ke selokan saat hujan deras di Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya, Selasa (24/12/2024). Foto: Dok. Istimewa

"Kemungkinan di Pasuruan. Tempat tinggal orang tuanya," kata Camat Wiyung, Budiono, saat ditemui di lokasi, Jumat (27/12).

Sejak kecil, MR sakit-sakitan. Ia lalu dirawat dan dibesarkan oleh Intan sampai berusia 3,5 tahun.

"Nggak tahunya Allah berkehendak lain, yang mana tanggal 24 Desember 2024 tepatnya jam 15.30 WIB beliau kena musibah yaitu pada saat bermain dia masuk selokan dan terbawa arus," lanjutnya.

Ibu MR bekerja di Malaysia, saat ini, ia tengah dalam perjalanan menuju Pasuruan.

"Informasinya kemarin sudah diinformasikan katanya (ibu kandung MR) menuju ke Pasuruan," terangnya.