Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8

ADVERTISEMENT
Bentrokan kelompok masyarakat Desa Sawai dan Rumaolat Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, pecah pada Kamis (3/4).
ADVERTISEMENT
Satu anggota polisi gugur dan 4 warga mengalami luka berat. Warga sekitar membenarkan peristiwa ini.
"Infonya itu katanya polisi satu meninggal dapat tembak dan 4 orang warga luka berat," kata warga setempat ketika dikonfirmasi.
Ketegangan bermula setelah salah satu sopir warga Negeri Rumaolat dihajar massa setempat saat melintas negeri jalur Sawai. Akibatnya, warga Rumaloat yang mengetahui hal itu langsung merespons degan tembakan.
Mendengarkan bunyi tembakan dari warga Rumaloat, warga Sawai langsung merespons dan mengumpulkan massa dan menuju ke perbatasan antara Sawai dan Rumaloat sembari membawa senjata tajam.
Setibanya di perbatasan Negeri Sawai dan Negeri Rumaolat, kedua massa bertemu dan terjadi aksi saling serang dengan menggunakan senapan angin, alat tajam dan batu.
ADVERTISEMENT
Kaur Penum Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku, AKP Imelda Haurissa, membenarkan salah satu anggota polisi yang tewas akibat bentrokan.
" 1 orang anggota Polsek Wahai Bripka Husni Abdullah, jabatan Panit Intel Polsek Wahai/Ps. Kanit Intel terkena tembakan dari OTK dan dinyatakan meninggal dunia," kata Imelda.
Polisi belum mendapat laporan lengkap terkait pemicu bentrokan. Anggota masih berada di lapangan untuk mencegah bentrokan meluas.
Puluhan Personel TNI-Polri Masih Coba Redam Bentrok Massa di Maluku Tengah
Bentrokan kelompok masyarakat Desa Sawai dan Rumaolat Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (3/4) masih berlangsung hingga saat ini. Bentrokan terjadi sejak pukul 10.00 WIT.
"Bentrokan masih berlangsung. Kapolres masih di sana. Dan BKO Polda [Maluku] sudah sampai ke sana. [Ada] 58 personel," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Areis Aminnulla saat dihubungi kumparan.
ADVERTISEMENT
Areis mengatakan, akibat bentrokan itu, satu anggota polisi tewas dan empat warga mengalami luka berat.
"Tapi memang betul tadi pagi, hari Kamis kan, jam 10, terjadilah kejadian bentrokan. Kemudian anggota kita mengamankan melerai, itu gabungan dengan TNI," kata dia.
"Kemudian ada korban anggota kita. Sementara yang kita dikasih tau. Informasi yang kita dapat sementara masih anggota kita. Sudah dibawa ke puskesmas. Iya (Sudah meninggal)," ujarnya.
Ketegangan bermula setelah salah satu sopir warga Negeri Rumaolat dihajar massa setempat saat melintas negeri jalur Sawai.
Akibatnya, warga Rumaloat yang mengetahui hal itu langsung merespons degan tembakan.