Fakta-fakta Kakak-Adik di Cibinong Hilang saat Beli Sabun di Warung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pencabulan sesama jenis. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pencabulan sesama jenis. Foto: Shutterstock

Kakak-beradik berusia 12 dan 13 tahun di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, dilaporkan hilang oleh orang tuanya ke Polres Bogor. Terakhir keduanya terekam CCTV di Stasiun Depok Baru.

Siti, tante korban mengatakan, awalnya korban izin kepada ayahnya untuk membeli pelembut pakaian ke warung dekat rumah pukul 04.00 WIB, Senin, 24 November 2025. Saat itu korban memang ingin mencuci baju sebelum berangkat ke sekolah.

Korban lalu pergi ke warung bersama adiknya yang juga korban. Namun satu jam berlalu keduanya tak kunjung kembali.

"Adiknya bawa tas. Yang kami tahu mereka hanya bawa kartu KRL dan uang Rp 20 ribu," ucap Siti saat dihubungi kumparan, Kamis (27/11).

Keluarga langsung melakukan pencarian dan memeriksa apakah ada barang-barang yang dibawa keduanya. Ternyata kartu KRL milik ibunya tidak ada.

Mereka langsung menuju ke stasiun terdekat di Stasiun Pondok Rajeg dan bertanya kepada petugas di lokasi. Benar saja keduanya sempat terlihat naik kereta jurusan Jakarta.

Siti mengatakan keduanya tidak membawa HP karena belum diizinkan oleh orang tuanya menggunakan HP. Kedua korban bersekolah di SD dan SMP.

Keduanya selama ini tinggal bersama ayah tiri dan ibu kandungnya. Ayah kandung meninggalkan mereka ketika masih berusia 2 dan 1 tahun.

Polisi Masih Cari Keberadaan Korban

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto. Foto: kumparan

Kapolres Bogor, AKBP Wikha mengatakan Tim Patroli Pengamanan dan Pelayanan Masyarakat Terpadu ( Pamapta) sudah turun ke lapangan.

"Ini kemarin Pamapta sudah ketemu langsung orang tuanya," ucap Wikha saat dihubungi wartawan, Kamis (27/11).

Wikha mengatakan, saat ini kasus tersebut masuk penyelidikan. Pihaknya masih mencari keberadaan kaka adik yang hilang tersebut.

Keluarga Ungkap soal Ada Keluhan

Tante korban menceritakan, korban sempat mengeluhkan banyak tugas sekolah. Hal itu diceritakan ke ibu kandungnya.

"Kalau dari ibunya cerita si korban itu cerita tugasnya banyak. Diam memang nggak cerita anaknya," kata Siti saat dikonfirmasi, Kamis (27/11).

Selain itu, kata dia, korban juga makan sendirian di pojokan saat menyantap MBG di sekolahnya.

"Kalau menurut informasi dari orang tuanya, korban itu masuk sekolah cuma 4 kali dalam sebulan," lanjut Siti.

Namun Siti tidak begitu paham alasan korban enggak sekolah apakah terkait dengan dugaan tindakan perundungan atau bukan.

"Kalau soal di-bully atau enggaknya saya kurang tahu, tapi yang jelas kata ibunya korban cerita kalau tugasnya (tugas sekolah) banyak," ucap Siti.