Fakta-fakta Karantina Ratusan WN India yang Masuk RI

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemerintah Indonesia menerbitkan kebijakan untuk menolak masuk ke Wilayah Indonesia bagi pelaku perjalanan internasional dari Wilayah India mulai Sabtu (24/4). Foto: Ditjen Imigrasi
zoom-in-whitePerbesar
Pemerintah Indonesia menerbitkan kebijakan untuk menolak masuk ke Wilayah Indonesia bagi pelaku perjalanan internasional dari Wilayah India mulai Sabtu (24/4). Foto: Ditjen Imigrasi

Sekitar 200 WN asal India telah memasuki Indonesia pada 10 April dan 21 April 2021. Dari ratusan WN India yang masuk Indonesia, total 21 di antaranya dinyatakan positif COVID-19.

Pemerintah langsung melakukan tindakan cepat seperti pengetesan virus corona dan karantina. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengungkapkan ada 160 orang yang terdiri dari WNI dan WN asing yang berangkat dari Chennai, sebuah kota di India, yang sudah teridentifikasi dan akan menjalani isolasi atau karantina secara terpusat di sebuah hotel.

"160 orang yang berangkat dari Chennai ke Jakarta, semuanya sudah teridentifikasi dan semuanya akan diisolasi," ujar Fadil di Hotel Holiday Inn Gajah Mada Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (24/4).

Proses pemindahan WN dari India ke Hotel Holiday Inn Gajah Mada Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (24/4). Foto: Polda Metro Jaya

Adapun isolasi atau karantina secara terpusat dilakukan di Hotel Holiday Inn, Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat. Saat ini, baru ada 90 orang yang diisolasi di sana. Sisanya masih dipindahkan dari berbagai hotel yang ada di Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan ratusan WN India itu dikarantina di 23 hotel yang tersebar di Jakarta.

“Jumlah WNA asal India yang saat ini check in di Hotel Holiday Inn Gajah Mada Tamansari Jakarta Barat (Sabtu, 24 April 2021), total sejumlah 90 orang dengan rincian laki-laki 72 orang dan perempuan 18 orang,” kata Kombes Yusri dalam keterangannya.

Proses pemindahan WN dari India ke Hotel Holiday Inn Gajah Mada Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (24/4). Foto: Polda Metro Jaya

90 WNA asal India tersebut check in ke Hotel Holiday Inn dari 8 hotel yang berbeda, dengan rincian sebagai berikut:

1. 56 orang dari Hotel Ibis Tamarin;

2. 5 orang dari Hotel JS Luwansa Jakarta Selatan;

3. 9 orang dari Swiss Bell-Hotel Bandara;

4. 12 orang dari Hotel Ibis Bandara;

5. 1 orang dari Hotel Fairmont;

6. 4 orang dari Hotel Luminor;

7. 1 orang dari hotel Grand Mercure Gatot Subroto; dan

8. 2 orang dari Hotel Orchard.

Dengan demikian, total kamar yang telah terisi di Holiday Inn sebanyak 79 kamar.

Namun, rupanya sempat terjadi kericuhan saat proses karantina WN India dipindah ke hotel lain pada Jumat (23/4). Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya bersama Kemenkes langsung membentuk tim untuk menangani proses karantina para WN India, mulai dari pendataan, penjagaan, dan pemantauan kesehatan.

Proses pemindahan WN dari India ke Hotel Holiday Inn Gajah Mada Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (24/4). Foto: Polda Metro Jaya

"Sudah di sini [Hotel Holiday Inn] semua. Sudah [kondusif]," kata Fadil.

Fadil juga memastikan kedatangan WN India ini bukan eksodus.

"Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya bekerja bersama untuk mengantisipasi kedatangan WNA, khususnya WN India. Yang perlu kami tekankan adalah bahwa tidak ada eksodus WN India ke Indonesia, khususnya Jakarta," tegasnya.

Kemenkes soal Karantina WN India

Sementara itu, Satgas Karantina Kemenkes Andita Irawan mengungkapkan WN India yang dinyatakan positif merupakan orang tanpa gejala. Sehingga perlu diawasi.

"Semua dilaporkan tanpa gejala, justru itu yang kita waspadai. Karena yang kami katakan tidak ada gejala mereka merasa sehat," ujar Andita.

Ia menjelaskan OTG ini sangat berbahaya bagi kelompok rentan, khususnya yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Saat ini, pihak kepolisian dan TNI turut membantu proses karantina para WN India ini.

Pasien terinfeksi virus corona mendapat perawatan di Rumah Sakit Lok Nayak Jai Prakash (LNJP), New Delhi, India. Foto: Danish Siddiqui/REUTERS

"Maka kami sangat berterima kasih atas dukungan dari satgas dari TNI dari Polri untuk mengantisipasi apabila ada perlawanan dari mereka (yang tak mau diisolasi atau dikarantina), karena itu tadi mereka merasa sehat padahal sebetulnya membawa virus yang apabila mengenai orang lain yang mempunyai komorbid atau penyakit bawaan sangat berbahaya," kata Andita.

Andita memastikan proses karantina dan isolasi dijaga secara ketat TNI-Polri. Tim kesehatan dari Kemenkes dan Dinkes DKI Jakarta juga telah dikerahkan.

"Satgas penjagaan sudah ada, tim penjagaan sudah ada, tim kesehatan, tim evakuasi dari hotel-hotel yang sekarang sudah terdata nanti akan dikumpulkan di Hotel Holiday Inn. Kemudian setelahnya melaksanakan kegiatan isolasi atau karantina," jelasnya.

Andita juga mengatakan, jika sampai hari terakhir atau hari ke-14 karantina dinyatakan negatif, maka WN India tersebut tidak akan dideportasi dan bisa melanjutkan tujuannya di Indonesia.

"Kalau misalnya sudah 14 hari, nanti kan swab ada dua kali di hari pertama dan hari ke-13, jika hasilnya negatif ya sudah dikembalikan sesuai dengan tujuannya masing-masing, sehingga tidak dikembalikan ke negara asal (deportasi)," ungkap Andita.