Fakta-fakta Kebakaran Pasar Kosambi, Kota Bandung

20 Mei 2019 7:46 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana disekitar kebakaran Pasar Kosambi Kota Bandung. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana disekitar kebakaran Pasar Kosambi Kota Bandung. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
ADVERTISEMENT
Kebakaran hebat melanda Pasar Kosambi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Kebakaran terjadi pada Sabtu (18/5) pukul 20.00 WIB. Namun hingga Minggu (19/5) pukul 21.00 WIB, 21 unit pemadam kebakaran dan 70 petugas yang diterjunkan ke lokasi belum bisa menjinakkan api.
ADVERTISEMENT
Kebakaran terjadi di area basemen yang letaknya di lantai dasar gedung pasar. Petugasnya mengupayakan agar api tidak merambat ke lantai atas gedung pasar tersebut, namun hingga Minggu (19/5), belum diketahui apakah api juga melalap lantai atas atau tidak.
Berikut fakta-fakta kebakaran Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat tersebut.
Kebakaran Pasar Kosambi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung belum bisa dipadamkan. Sejak terjadi pada Sabtu (18/5) pukul 20.00 WIB, kebakaran masih terjadi hingga Minggu (19/5) pukul 21.00 WIB.
"Masih berlangsung (kebakaran)," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Dadang Iriana melalui sambungan telepon, Minggu (19/5).
Menurutnya, petugasnya mengupayakan agar api tidak merambat ke lantai atas gedung pasar. Namun hingga saat ini, belum diketahui apakah api juga melalap lantai atas atau tidak.
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan titik api yang membakar sejumlah kios di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/5). Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
ADVERTISEMENT
Menurut Dadang, kendala pemadaman ialah banyaknya sumber api. Dadang menyebutkan, ketika satu titik api sudah dapat dipadamkan, titik api lainnya bermunculan, sehingga ia belum bisa memastikan jumlah titik api.
"Anggota kami kesulitan masuk ke lokasi, suasana di dalam ini sangat gelap dan asapnya cukup pekat. Udara sangat terbatas dan sulit menghirup oksigen dan juga udara segar dalam proses pemadaman," tuturnya.
Selain banyaknya titik api, Dadang mengatakan keterlambatan penyampaian laporan kepada petugas menjadikan api kadung menyebar dan sulit dipadamkan. Laporan baru diterima ketika api sudah membesar atau satu jam setelah kebakaran.
Sejumlah petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar Pasar Kosambi, Bandung. Foto: Fauzan Dwi Anangga/kumparan
Dugaan sementara penyebab kebakaran karena adanya percikan api dari kios milik pedagang kelapa.
ADVERTISEMENT
"Kebakaran itu dari pedagang kelapa, kemudian percikan api merembet," kata Dadang.
Sekitar 300 kios yang berada di pasar tersebut terbakar. Namun untuk kerugian akibat kebakaran tersebut, Dadang menyatakan belum diketahui.
Pedagang mengevakuasi barang jualannya dari gedung yang tertutup asap saat kebakaran Pasar Kosambi di Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/5). Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Dadang mengatakan sejauh ini kebakaran diketahui hanya menyebabkan kios dan barang-barang pedagang terbakar. Sementara untuk korban jiwa, Dadang mengemukakan sejauh ini tidak ada.
"Korban jiwa belum ada dan mudah-mudahan tidak ada," ungkap Dadang.