Fakta-fakta Kericuhan di Rutan Kabanjahe, Sumatera Utara

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kericuhan terjadi di Rutan Klas IIA ‎Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut, Rabu (12/2). Foto: Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kericuhan terjadi di Rutan Klas IIA ‎Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut, Rabu (12/2). Foto: Dok Istimewa

Asap hitam dari kebakaran terihat jelas di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIA ‎di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (12/2) siang. Kebakaran itu merupakan dampak dari kericuhan yang terjadi di Rutan Kabanjahe.

Kanwil Kemenkumham Sumut, petugas Rutan Kabanjahe hingga polisi belum mengetahui secara pasti penyebab kericuhan. Namun, beruntungnya kericuhan itu tak meluas ke luar rutan.

Petugas rutan dibantu polisi dan TNI berhasil menenangkan para tahanan. Sementara api yang membakar sebagian besar bangunan rutan dipadamkan petugas pemadam kebakaran.

Berikut sejumlah fakta kericuhan yang terjadi di Rutan Kabanjahe:

Rutan Dihuni 410 Tahanan

Kondisi Rutan Kabanjahe, Sumut, pasca-ricuh napi. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, menyatakan masih menyelidiki kericuhan yang terjadi di Rutan Kabanjahe. Dia menjelaskan rutan tersebut dihuni 410 orang.

Ratusan tahanan itu, kata dia, terdiri dari 380 pria dan 30 wanita. Pada kejadian itu petugas berhasil mengevakuasi para tahanan.

"Sementara tidak ada korban jiwa maupun luka," kata Tatan kepada wartawan, Rabu (12/2).

Tak Ada Tahanan Kabur

Polisi melihat bagian dalam Rutan Kabanjahe, Sumut, pasca-ricuh. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Petugas gabungan berhasil meredam kericuhan yang terjadi di Rutan Kabanjahe. Polisi menyebut tak ada tahanan kabur dalam peristiwa tersebut.

"Untuk napi yang kabur tidak ada," kata Kombes Tatan Dirsan Atmaja.

Aparat polisi dan TNI masih membantu mengamankan lokasi. Untuk penyebabnya, Tatan mengaku masih diselidiki.

"Untuk penyebab kericuhan masih diselidiki," ucapnya.

Tahanan Residivis Narkoba Diduga Jadi Pemicu Ricuh

Bingkai foto Wapres Ma'ruf Amin yang masih menggantung di reruntuhan sebagian gedung Rutan Kabanjahe, Sumut, akibat kerusuhan narapidana. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Kepala Rutan Kabanjahe, Simson Bangun, menduga kericuhan diprovokatori tahanan narkoba yang belum lama ini ditangkap polisi. Ia tak mendetailkan identitas napi residivis tersebut.

“Saya tangkap (tahanan) narkoba itu kemarin, Polres telah menyerahkan tahanan ini ke Rutan. Mungkin dia yang menggerakkan, mungkin ya,” kata Simson Bangun kepada wartawan.

Simson mengatakan saat penertiban di dalam lapas, tahanan yang dicurigai sebagai provokator itu melanggar tata tertib. Tahanan itu kemudian diduga mengajak yang lainnya untuk berbuat onar.

Dia menduga tahanan itu sakit hati karena baru saja bebas, langsung ditangkap lagi oleh polisi.

Tahanan Rutan Kabanjahe Dipindahkan ke Medan

Ratusan narapidana dan tahanan Rutan Kabanjahe, Sumut, dibawa ke lapangan Polres Tanah Karo untuk kemudian dievakuasi pasca-kericuhan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Kebakaran yang mewarnai kericuhan telah merusak sebagian bangunan Rutan Kabanjahe. Petugas telah mengevakuasi mereka ke Polsek dan Polres setempat.

Kabagpenum Div Humas Polri, Kombes Pol Asep Adisaputra, mengatakan selanjutnya para tahanan akan dipindahkan ke Lapas Gusta di Kota Medan.

"Masih direncanakan pemindahan ke Lapas Gusta, Medan," kata dalam keterangan tertulisnya.

Asep menuturkan, saat ini kericuhan sudah dapat diredam. Ia memastikan seluruh narapidana dalam kondisi selamat.

kumparan post embed