Fakta-fakta Konser Musik Berujung Ricuh di Lippo Plaza Yogya
ยทwaktu baca 4 menit

Video kericuhan di parkiran Mal Lippo Plaza Yogyakarta viral di media sosial. Kericuhan itu diduga disebabkan karena membludaknya penonton dalam sebuah acara konser musik di mal tersebut pada Minggu (12/6) malam.
Peristiwa tersebut berawal dari sebuah konser musik band Strada. Penonton yang membeludak membuat panitia menutup penjualan tiket lebih awal. Diduga, para penonton tersebut kecewa dan memaksa untuk masuk.
Lantaran pengunjung overload maka pintu ditutup. Akan tetapi pada pukul 20.30 WIB itu kondisi penonton terus bertambah dan membeludak. Sejurus kemudian, diduga muncul provokasi dari sejumlah orang. Kericuhan pun tak terelakkan.
Akibat kericuhan tersebut, pagar di parkiran mal rusak. Selain itu, pengunjung yang ricuh itu sempat saling lempar untuk melampiaskan kekesalan.
Penjelasan Manajemen Mal
Manajer Operasional Expo Productions, Hangga Bagaswara, menjelaskan konser Strada. Band tersebut sebenarnya reguler manggung di Sevensky, Lippo Plaza Yogya.
Adapun soal perizinan, kata Hangga, pihak mal telah memberikan surat pemberitahuan setiap bulannya. Terlebih karena Strada juga merupakan band reguler.
"Kenapa kami tidak meminta izin kepolisian karena itu band reguler kami, sudah kami sampaikan ke kepolisian setiap bulan, kami menyampaikan ini ada band yang akan tampil di hari ini dari ini ini," kata Hangga.
Dia mengatakan, pemberitahuan hanya dilakukan bulanan karena band yang tampil bukan sekelas event khusus. "Tadi malam bukan event, tapi reguler. Tadi malam, ada pemberitahuannya lewat setiap bulan tadi," kata dia.
Pernyataan Hangga tersebut merespons keterangan dari Kapolsek Gondokusuman Kompol Surahman yang mengatakan tidak ada penyampaian pemberitahuan ke kepolisian soal konser tersebut.
"Dari kegiatan itu panitia juga tidak ada pemberitahuan ke Polsek. Enggak ada. Dengan adanya kejadian itu anggota saya Bhabinkamtibmas responsif dan datang lalu kita tindak lanjuti untuk datang ke TKP agar tidak ada korban yang lebih parah," kata Surahman.
8 Orang Luka Ringan
Kompol Surahman mengungkapkan sebanyak 8 orang mengalami luka ringan akibat ricuh konser musik tersebut.
"Korban luka sudah terdata, luka-luka kecil itu ada 8 orang tapi tidak patah atau apa hanya luka kecil," kata Surahman.
Sementara menurut Hangga, korban sempat berjumlah 11 orang. Mereka sempat dibawa ke IGD Siloam.
"Pengunjung (luka) Untuk sementara terakhir saya diinfokan ada 11 yang masuk IGD Siloam," kata Hangga.
Saat ini pihak penyelenggara tengah klarifikasi kronologi ke kepolisian, dan menangani korban.
Polisi Akan Panggil Penyelenggara
Polisi akan memanggil penyelenggara konser musik berujung ricuh di Sevensky, Lippo Plaza Yogyakarta.
"Penyelenggara nanti kita lakukan interogasi kaitannya dengan kegiatan ini biar nanti tempat-tempat lain juga izin," kata Kompol Surahman.
Salah satu yang disorot terkait dengan tak adanya pemberitahuan kepada polisi soal acara. Memang, pihaknya tidak akan melarang kegiatan masyarakat terlebih untuk peningkatan ekonomi.
Hanya saja, pemberitahuan sebaiknya tetap dilakukan agar kepolisian bisa lebih mudah melakukan pengamanan.
"Seandainya antara penyelenggara dengan pihak kepolisian dilakukan juga suatu komunikasi yang baik Insyaallah juga tidak ada gejolak atau keributan," katanya.
Kejadian semalam, menurut Surahman, seharusnya bisa jadi pembelajaran masyarakat ketika hendak membuat kegiatan.
"Ya karena massa, kita masih melakukan pengembangan (terkait kasus ini). Nanti kita tetap juga dari pihak penyelenggara maupun EO nanti kita mintai untuk keterangan," katanya.
Respons Sultan HB-X
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) turut angkat bicara terkait konser musik yang berujung ricuh di Sevensky. Sultan mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui detail persoalan di sana. Hanya saja, jika acara tidak berizin maka dia menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian.
"Ada izin nggak? Wah kalau enggak ada izin masalah lain, bagaimana polisi. Kalau ada izin masalahnya lain juga," kata Sultan.
Soal polisi akan mengambil tindakan seperti apa, Sultan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat. "Ya kira-kira polisi mengambil tindakan apa, saya enggak tahu itu wewenang kepolisian," katanya.
Sultan menjelaskan pada PPKM level 1 ini, pertunjukan sudah bisa dilaksanakan. Hanya saja, prokes tetap harus dijaga. Dan apabila acara besar maka juga perlu izin ke aparat setempat.
"Kalau pertemuan begitu kan mesti ada izin. Tapi enggak tahu, konser seperti apa saya enggak tahu," katanya.
