Fakta-fakta PLTN Terbesar di Eropa Terbakar: Ditembaki Rusia; Radiasi Naik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Unit pembangkit listrik di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di kota Enerhodar, di selatan Ukraina, ditampilkan pada 12 Juni 2008. Foto: Olexander Prokopenko/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Unit pembangkit listrik di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di kota Enerhodar, di selatan Ukraina, ditampilkan pada 12 Juni 2008. Foto: Olexander Prokopenko/AP Photo

Serangan Rusia terhadap Ukraina terus terjadi. Tembakan tentara Rusia menyasar banyak fasilitas yang dimiliki Ukraina, termasuk PLTN Zaporizhzhia.

Pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa ini ditembaki Rusia pada Jumat (4/3) dan akhirnya terbakar. Bahkan, radiasi sempat meningkat. Pihak damkar pun berupaya memadamkan api agar kebakaran tak meluas.

Berikut kumparan merangkum fakta-fakta terkait kebakaran PLTN Zaporizhzhia:

Tembakan Rusia

Kondisi gedung administrasi pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang rusak, di Enerhodar, wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, Jumat (4/3/2022). Foto: Handout via REUTERS

Pertempuran sengit pecah di rute dekat PLTN. Pasukan dari Garda Nasional Ukraina berupaya mempertahankan wilayah dari serangan Rusia.

Dari video kamera pengawas, kendaraan lapis baja meluncur ke tempat parkir PLTN Zaporizhzhia. Lampu sorot kemudian menghalangi pandangan.

Kilatan-kilatan menyusul dari kendaraan, namun ledakan-ledakan beruntun menyeruak di gedung-gedung sekitar. Usai dentuman berhenti, asap terlihat membubung ke langit.

Juru bicara PLTN Zaporizhzhia, Andriy Tuz, lantas mendesak pasukan Rusia untuk menghentikan tembakan. “Ada ancaman nyata bahaya nuklir,” ujar Tuz dalam rekaman yang dirilis di Telegram.

PLTN Zaporizhzhia memiliki enam dari keseluruhan 15 reaktor nuklir di Ukraina. Zaporizhzhia terletak sekitar 200 km barat Donetsk. Serangan terhadap PLTN ini dikhawatirkan sejumlah pihak karena dapat memicu keadaan darurat seperti bencana nuklir terburuk di dunia, Chernobyl 1986.

Radiasi Sempat Meningkat

Sebuah helikopter menyebarkan pasir untuk membersihkan kontaminasi radiasi yang ditimbulkan pembangkit listrik bertenaga nuklir Chernobyl (15/5/1986). Foto: AFP

Tingkat radiasi PLTN Zaporizhzhia sempat meningkat akibat kebakaran yang dipicu tembakan tentara Rusia. Namun, otoritas setempat memastikan tingkat radiasi telah kembali normal.

Juru bicara PLTN Zaporizhzhia, Andriy Tuz, mengungkap meredanya pertempuran jadi penyebab turunnya tingkat radiasi. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) turut memastikan hal ini.

“Tidak ada perubahan yang dilaporkan dalam tingkat radiasi di situs Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia,” tulis IAEA dalam sebuah cuitan.

Sementara itu, pakar senjata nuklir, Jeffrey Lewis, memastikan, PLTN memiliki pendeteksi radiasi di seluruh titik. Sehingga, lonjakan-lonjakan radiasi akan tertangkap sesegera mungkin.

“Reaktor adalah struktur besar, tertutup dan berstruktur beton. Mereka seharusnya tidak terbakar. Kami tidak tahu apa yang menyebabkan kebakaran,” tutur Lewis, seperti dikutip dari CNN.

Namun, jika kebakaran menembus penahan reaktor itu, maka situasi akan berubah menjadi berbahaya. Kendati demikian, pekerja memantau lokasi setiap saat. Mereka dapat mematikan reaktor sebelum api mencapainya.

Damkar Berhasil Terobos PLTN untuk Padamkan Api

Pasukan pro-Rusia terlihat di atas kendaraan lapis baja di pemukiman Buhas (Bugas) yang dikuasai separatis, di wilayah Donetsk, Ukraina, Selasa (1/3/2022). Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS

Kobaran api yang terus melahap bangunan pelatihan di PLTN Zaporizhzhia. Kondisi ini dikhawatirkan akan berpengaruh pada reaktor nuklir. Namun upaya ini berhasil dicegah pihak damkar setempat.

Tim berjumlah 44 orang dan 11 unit dikerahkan. Namun upaya damkar memadamkan api ini tak mudah, sebab mereka menghadapi tembakan dari pasukan Rusia. Para petugas pun akhirnya berhasil memasuki gedung berlantai lima tersebut.

Lantai tiga hingga lima bangunan itu dilalap api. Kobaran berpusat pada area seluas dua ribu meter persegi.

“Setelah melakukan pengintaian di gedung pelatihan lima lantai PLTN Zaporizhzhya di Energodar, diketahui bahwa bangunan di lantai tiga, empat dan lima terbakar,” tulis pernyataan Layanan Darurat Negara Ukraina di Facebook.

Layanan Darurat Negara Ukraina menerangkan, tim pemadam tiba sekitar pukul 05.20 waktu setempat. Pada saat itu, api telah membesar selama satu jam tanpa jeda. Keterlambatan respons itu diakibatkan pasukan Rusia yang terus mencegah mereka masuk.

Kebakaran Berhasil Dipadamkan

Seorang anggota dinas Ukraina berjalan di dekat gedung sekolah yang dihancurkan oleh penembakan, di Zhytomyr, Ukraina, Jumat (4/3/2022). Foto: Viacheslav Ratynskyi/REUTERS

Setelah petugas damkar berhasil menerobos masuk, kebakaran di PLTN berhasil dipadamkan satu jam kemudian.

"Pukul 06.20 api di gedung pelatihan PLTN Zaporizhzhya di Energodar berhasil dipadamkan,” tulis Layanan Darurat Negara Ukraina dalam unggahan pada laman resmi di Facebook.

Tim pemadam memastikan, tidak ada korban akibat kebakaran tersebut. Kendati demikian, api telah melalap tiga dari lima lantai bangunan itu.

Reaktor Nuklir Dipastikan Tak Rusak

Ilustrasi Nuklir. Foto: Shutter Stock

Para analis memastikan tidak ada indikasi bencana besar usai insiden kebakaran di PLTN Zaporizhzhya.

Organisasi nirlaba American Nuclear Society (ANS) bahkan mengatakan, ancaman nyata yang menghantui penduduk Ukraina tetap sama. Yakni, pengeboman dan penembakan oleh Rusia.

ANS menilik, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada reaktor nuklir. PLTN Zaporizhzhya memiliki enam dari 15 reaktor yang ada di Ukraina. Bangunan yang mengalami kebakaran bukan tempat reaktor. Sebab, fasilitas yang menampung reaktor tidak memiliki jendela.

“Berdasarkan citra satelit, tampak seperti gedung perkantoran dan tidak akan menampung peralatan penting,” tulis ANS dalam sebuah cuitan di Twitter.

Suasana dalam ruang kendali PLTN Chernobyl Foto: IMDb/Chernobyl

Mantan penasihat khusus Joe Biden, Jon B. Wolfsthal, mengemukakan pengamatan serupa. Kebakaran di situs nuklir jelas bukan kabar baik. Tetapi, masyarakat perlu menenangkan diri. Pasalnya, reaktor nuklir di PLTN Zaporizhzhya merupakan tipe VVER.

Jenis reaktor tersebut dinilai jauh lebih aman dibandingkan reaktor lain, seperti tipe RBMK yang meledak di Chernobyl pada 1986.

Reaktor air bertekanan VVER dirancang untuk dimatikan dalam keadaan darurat. Zona penahanan VVER akan melangsungkan sistem keamanan ketika dimatikan. Namun dapat gagal berfungsi jika pabrik mengalami kerusakan berat. Terlebih, sumber bahan bakar mungkin tidak terlindungi sebagaimana reaktor.

“Ada kebutuhan bagi pembangkit untuk memiliki daya eksternal agar sepenuhnya aman, dan memiliki pendinginan aktif,” jelas Wolfsthal.

Bantahan Rusia

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, membantah bahwa pasukan negara beruang merah telah menembaki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Ukraina.

"Pernyataan-pernyataan ini sama sekali tidak benar," kata Vassily Nebenzia pada Jumat (4/3) dikutip dari AFP.

"Ini semua adalah bagian dari kampanye kebohongan dan disinformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia," sambung dia.

Vassily mengatakan, pasukan Rusia memang terlibat baku tembak menggunakan senjata ringan dengan pasukan Ukraina di wilayah PLTN di Zaporizhzhia. Tetapi tidak menembaki fasilitas tersebut.