Fakta-fakta Rangkaian Demo Ricuh di KPK

Seolah tak mau kalah dengan aksi mahasiswa di DPR yang mengkritik pengesahan RUU KPK, sejumlah massa juga menggelar demo di depan KPK. Namun, massa yang mengaku mahasiswa tersebut justru menyuarakan dukungannya agar revisi UU KPK dilakukan.
Aksi tersebut dimulai dengan damai, lengkap dengan pertunjukan teatrikal. Namun, menjelang akhir, massa menjadi ricuh dan mulai menyerang Gedung KPK.
Berikut fakta-fakta aksi unjuk rasa tersebut:
Menggambarkan sejumlah pimpinan seperti nyamuk
Massa yang mengaku mahasiswa dari himpunan aktivis milenial Indonesia itu menuntut tiga pimpinan KPK yakni Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan Laode M Syarif, mundur dari KPK. Saat berorasi, massa juga menggelar aksi teatrikal dengan menggunakan alat fogging dan kostum nyamuk.
"Agus Rahardjo, Laode, dan Saut seperti nyamuk, yang selalu mengganggu KPK, melemahkan KPK, yang harus di-fogging," kata orator di atas mobil sound, Jumat (20/9).
Ricuh hingga bakar ban
Menjelang petang, demo tersebut menjadi ricuh.Kericuhan bermula saat massa memaksa merangsek masuk ke gedung KPK untuk bertemu pimpinan. Namun upaya mereka diadang barikade polisi.
Sempat ada saling dorong antara mahasiswa dan polisi. Sementara orator masih terus menyuarakan aspirasinya.
"Tahan kawan-kawan. Komando ada di saya. Bakar bannya, polisi tolong jangan padamkan itu api semangat perjuangan kita," teriak orator.
Minta pelantikan pimpinan KPK baru dipercepat
Tak hanya sekumpulan massa yang mengaku mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ikut menggelar demonstrasi di depan gedung KPK, Kuningan, Jakarta dan mereka menuntut agar pelantikan pimpinan KPK periode 2019-2023 dipercepat.
"Para pimpinan KPK yang baru terpilih merupakan kader-kader terbaik bangsa, yang memiliki kapabilitas dan integritas yang telah melewati berbagai tahapan seleksi untuk membawa KPK lebih kuat dalam memberantas korupsi," kata orator aksi, Jumat (20/9).
Lempar telur dan rusak gedung KPK
Demo mahasiswa PMII di depan Gedung KPK sempat ricuh. Massa membakar ban dan melempar telur ke arah gedung.
Sempat ada sedikit gesekan di antara kedua belah pihak. Namun, selang beberapa menit polisi akhirnya bisa memadamkan api.
Selain membakar ban, massa PMII juga melemparkan puluhan telur ke arah gedung KPK. Kaca-kaca pun rusak.
Huruf S di depan Gedung KPK hilang
Buntut dari aksi demonstrasi ini membuat sejumlah fasilitas di depan Gedung KPK rusak dan kotor. Seperti plang huruf 'S' yang hilang di tulisan 'KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI', hingga kaca yang terkena lemparan telur oleh massa aksi.
Petugas-petugas juga sudah membersihkan sisa-sisa bekas aksi, seperti ban yang terbakar, lalu menyapu dan mengepel lantai lobi yang tercecer bekas-bekas telur. Selain itu, kaca-kaca yang lengket juga telah dilap.
PMII Kota Semarang tak sepakat dengan PMII Pusat
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang menolak instruksi dari Pengurus Besar PMII untuk menggelar aksi protes terhadap KPK. PB PMII sebelumnya menginstruksikan pengurus cabang gelar aksi di daerahnya masing-masing sebagai bentuk protes terhadap KPK.
PB PMII dalam surat edaran instruksinya menilai upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK cenderung tebang pilih. Mereka juga kecewa atas penetapan eks Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus suap penyaluran dana hibah dari Kemenpora kepada KONI.
Ketua PC PMII Kota Semarang, Muham Tashi, membenarkan organisasi di daerahnya menolak instruksi dari PB PMII. Menurutnya, PC PMII Kota Semarang cenderung bersikap independen dan mendukung proses hukum yang berlaku.
