Fakta-fakta Robohnya Tower RRI di Radio Dalam

kumparanNEWSverified-green

comment
19
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi menara TBS milik RRI yang rubuh. Foto: Mirsan Simamora/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi menara TBS milik RRI yang rubuh. Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Menara atau tower di Jalan Antena 7, Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ambruk, Minggu (22/12) sore. Menurut Kasie Ops Damkar Jakarta Selatan Sugeng menyebut, laporan tersebut diterima pihaknya sekitar pukul 15.55 WIB.

Menara tersebut menimpa beberapa bangunan di sekitarnya dan sebuah bajaj. Dirut RRI M Rohanuddin membenarkan, tower yang ambruk itu merupakan milik RRI. Tower setinggi 120 meter itu biasa digunakan untuk menyiarkan tiga program RRI.

"Ini merupakan 3 central program utama. Kami akan berusaha terus, konstruksi, apa Yang Kuasa menghendaki lain. Yang mau bagaimana," ucap Rohanuddin.

Berikut fakta-fakta insiden tersebut:

Sempat Ada Angin Kencang Sebelumnya

Tower pemancar radio yang roboh pascahujan deras disertai angin, di kawasan Radio Dalam, Jakarta, Minggu (22/12). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir

Rohanuddin mengatakan, sebelum tower roboh, angin memang sangat kencang di lokasi. Warga juga sempat menggelar doa bersama usai salat Ashar berharap angin kencang segera berakhir. Tak lama kemudian, tower roboh.

"Jadi ini kejadian alam, sebelum peristiwa ini terjadi sudah teriak-teriak berdoa. Ada angin kencang, ada angin puting begitu," ucap Rohanuddin.

"Tadi laporan warga, pegang tangan saya. Mereka gemetar. Jadi memang anginnya kencang sekali," imbuhnya.

Timpa Satu Orang

Tower pemancar radio yang roboh pascahujan deras disertai angin, di kawasan Radio Dalam, Jakarta, Minggu (22/12). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir

Akibat insiden itu, satu pegawai RRI yang sedang salat terluka akibat terkena serpihan bangunan masjid. Namun, kondisinya sudah membaik dan sudah diobati.

"Korban sedang salat Ashar. Kondisinya sudah membaik, hanya kena pelipis saja. Luka sudah sembuh, tadi diobati," kata Nazir Masjid Al-Amin, Anang, di lokasi, Minggu (22/12).

RRI Akan Tanggung Semua Kerugian

Kondisi tower pemancar radio yang roboh pascahujan deras disertai angin, di kawasan Radio Dalam, Jakarta, Minggu (22/12). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir

Rohanuddin memastikan, pihaknya akan menanggung seluruh biaya perbaikan akibat insiden ini.

"Kami akan mengganti semua yang jadi beban. Ada 4 rumah yang kena dan 1 masjid. Masjid tidak total (rusaknya) hanya kena tempat wudhu-nya saja," kata Rohanuddin di lokasi, Minggu (22/12).

Pernah Roboh di 2005

Kondisi menara TBS milik RRI yang rubuh. Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Peristiwa robohnya tower RRI ini rupanya bukan yang pertama kali terjadi. Menurut Rohanuddin, tower ini pernah ambruk pada 2005 silam.

"Ini sudah 2 kali terjadi, tahun 2005 pernah terjadi. RRI ini sudah memperbaiki," kata dia.

kumparan post embed

Setelah kejadian pertama, RRI langsung memperbaiki tower. Sejumlah bagian tower dipertebal agar peristiwa serupa tak terjadi lagi.

"Besinya berlapis, sekitar 2 tahun diperbaiki untuk menghindari insiden ini," tutup Rohanuddin.