Fakta-fakta Semburan Air Disertai Gelembung di Kali Gununganyar Surabaya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi semburan air disertai gelembung di Kali Gununganyar, Jalan Rungkut Madya, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jumat (17/10/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi semburan air disertai gelembung di Kali Gununganyar, Jalan Rungkut Madya, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jumat (17/10/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Semburan air disertai gelembung masih muncul di Kali Gununganyar, Jalan Rungkut Madya, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jumat (17/10).

Sejumlah petugas BPBD masih berjaga di lokasi, sementara garis larangan melintas tetap terpasang.

Warga sekitar, Titis (43 tahun), mengatakan bahwa suaminya merupakan orang pertama yang mengetahui kemunculan semburan air disertai gelembung tersebut pada Kamis (16/10) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Kemarin siang, jam 2 siang kurang lebih. Awalnya nggak tahu. Yang tahu suamiku. Suamiku datang ke pinggir kali, lihat kok ada semburan itu, terus dia panggil sekuriti. Sekuritinya datang, dilihat, habis itu manggil atasannya lihat semburan. Setelah itu sekuritinya panggil Satpol PP. Gak lama kemudian Satpol PP-nya datang terus lihat-lihat itu," kata Titis saat ditemui di lokasi, Jumat (17/10).

Ia menuturkan, semburan air itu sempat berhenti sebentar, namun kembali muncul hingga kini.

"Semburannya nggak berhenti. Sempat berhenti sore sekali, kurang lebih sekitar jam 3-an, berhenti sebentar terus kemudian nyembur lagi. Banyak orang yang lihat-lihat," ucapnya.

Titis juga mengaku sempat mencium bau tidak sedap seperti bau gas dari arah semburan pada sore hari kemarin.

"Enggak (kalau sekarang). Baunya itu sekitar sore agak bau yang dekat jembatan," katanya.

BPBD: Semburan Air dan Gas di Kali Gununganyar Surabaya Aman

Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, meninjau lokasi semburan air disertai gelembung di Kali Gununganyar, Jalan Rungkut Madya, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jumat (17/10/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya memastikan semburan air dan gas disertai gelembung di Kali Gununganyar, Jalan Rungkut Madya, Kecamatan Rungkut, Surabaya, aman.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, usai meninjau lokasi, Jumat (17/10).

Irvan menceritakan, semburan itu awalnya muncul sekitar pukul 13.40 WIB, Rabu (16/10). Kemudian, salah satu warga yang mengetahui kejadian itu langsung melapor ke petugas.

Setelah petugas BPBD Surabaya mendatangi lokasi, kemudian memanggil pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

"Karena di wilayah Rungkut ini termasuk juga wilayah yang dilalui oleh saluran PGN atau perusahaan gas negara," kata Irvan saat ditemui di lokasi, Jumat (17/10).

Kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, pihak PDAM melakukan pengecekan dan memastikan bahwa tidak ada saluran milik perusahaan air minum itu yang melintas di semburan air tersebut.

"Kemudian teman-teman PGN melakukan observasi kemudian termasuk melakukan pengecekan terhadap gas yang ada dan kemudian mereka melakukan pemetaan terhadap saluran-saluran gas yang ada," ucapnya.

"Nah, setelah dipetakan termasuk juga melihat ada aliran listrik atau tidak di sekitar semburan. Itu ternyata tidak ada," lanjutnya.

Semburan Air Disertai Gelembung di Kali Gununganyar Surabaya Berhenti

Semburan air disertai gelembung di Kali Gununganyar, Jalan Rungkut Madya, Kecamatan Rungkut, Surabaya, akhirnya berhenti, Jumat (17/10/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Semburan air disertai gelembung di Kali Gununganyar, Jalan Rungkut Madya, Kecamatan Rungkut, Surabaya, akhirnya berhenti, Jumat (17/10).

Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan pihak PT Perusahaan Gas Negara (PGN) telah melakukan beberapa upaya, termasuk penggalian pipa-pipa di sekitar lokasi.

"Kemudian mereka (PGN) tadi sempat berkomunikasi untuk melakukan semacam kayak penutupan-penutupan seperti itu ya, yang saya dengar dari mereka tadi," kata Irvan saat ditemui di lokasi, Jumat (17/10).

Irvan menyampaikan, setelah dilakukan penutupan saluran pipa dan tidak ada lagi semburan, maka ia sudah menduga asal semburannya dari mana.

"Kalau seandainya ini ditutup, kemudian nanti semburanya itu tidak ada, kemungkinan patut diduga sangat kuat menurut saya, itu adalah berasal dari pipa PGN yang ada di bawah sungai itu," ucapnya.