Fakta-fakta soal Bougainville, Calon Negara Termuda di Dunia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah kendaraan yang mengibarkan bendera Bougainville lewat saat referendum kemerdekaan yang tidak mengikat di Arawa, di pulau Bougainville, Papua Nugini. Foto: REUTERS/Melvin Levongo
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah kendaraan yang mengibarkan bendera Bougainville lewat saat referendum kemerdekaan yang tidak mengikat di Arawa, di pulau Bougainville, Papua Nugini. Foto: REUTERS/Melvin Levongo

Dalam waktu dekat, Bougainville akan menjadi negara paling baru di dunia. Hasil referendum pada akhir 2019, menunjukkan hampir seluruh warga Bougainville memilih merdeka dari Papua Nugini, dibanding mendapat otonomi khusus.

Pada Agustus ini, penduduk tersebut tengah berpartisipasi dalam Pemilu. Proses ini dinilai penting bagi warga Bougainville. Sebab, presiden dan parlemen terpilih memiliki peran penting dalam merundingkan hasil referendum tahun 2019. Di mana 98 persen penduduk di wilayah itu menginginkan lepas dari Papua Nugini.

Warga memegang bendera Bougainville di tempat pemungutan suara selama referendum kemerdekaan yang tidak mengikat di Arawa, di pulau Bougainville, Papua Nugini. Foto: REUTERS/Melvin Levongo

Lalu seperti apa gambaran calon negara termuda di dunia ini? Dirangkum dari Reuters, berikut fakta-fakta mengenai Bougainville:

  • Kota Buka di kepulauan Buka di Bougainville adalah ibu kota wilayah itu. Di tempat tersebut terdapat kantor pusat pemerintahan.

  • Pada sensus 2011 lalu, penduduk Bougainville sebanyak 249.358. Selain di Buka, mayoritas penduduk menetap di dua kota besar lainnya, Arawa dan Buin.

  • Lebih dari 200 ribu orang terdaftar sebagai pemilih pada referendum Bougainville.

Peta Bougainville. Foto: maps4news.com via Reuters
  • Mayoritas warga Bougainville adalah etnis Melanesia. Bahasa lokal setempat ialah Tok Piskin yaitu bahasa Inggris dengan dialek lokal Papua Nugini.

  • Nama Bougainville diambil dari penemu kepulauan tersebut, penjelajah Prancis, Louis Antoine de Bougainville.

  • Pada abad 19, Bougainville dijajah Jerman. Selama Perang Dunia II, pulau ini dipakai sebagai pangkalan militer Jepang. Setelahnya, Bougainville dikuasai Australia. Saat Papua Nugini merdeka pada 1975, Bougainville masuk ke dalam wilayah kedaulatannya.

  • Tambang tembaga raksasa Panguna dibuka pada 1969 di Bougainville. Perusahaan pengelolanya adalah Bougainville Copper Limited (BCL) yang merupakan anak perusahaan tambang raksasa Inggris, Rio Tinto.

  • Tambang Panguna merupakan sumber masalah antara warga Bougainville dan pemerintah pusat Papua Nugini. Warga lokal merasa pendapatan tambang tidak dibagi rata oleh pemerintah pusat. Hasil tambang Panguna merupakan sumber ekspor terbesar Papua Nugini.

Orang-orang mengantri untuk memberikan suara di tempat pemungutan suara di ibukota Buka dalam pemungutan suara bersejarah, Senin (25/11). Foto: NESS KERTON / AFP
  • Selama perang sipil antara pemberontak dan tentara Papua Nugini 20 ribu orang tewas. Kesepakatan damai diteken pada 1998.

  • Setelah kesepakatan damai, tepatnya 21 tahun kemudian yaitu 2019, referendum kemerdekaan dihelat di Bougainville.

***

Saksikan video menarik di bawah ini.