Fakta-fakta Terbakarnya KMP Putri Yasmin: Ratusan Penumpang Dievakuasi, 1 Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah gambar udara menunjukkan asap tebal mengepul dari feri KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Lombok, NTB, Rabu (12/8/2026). Foto: BASARNAS via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah gambar udara menunjukkan asap tebal mengepul dari feri KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Lombok, NTB, Rabu (12/8/2026). Foto: BASARNAS via REUTERS

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok, wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8).

Kapal penyeberangan tersebut dilaporkan terbakar sekitar pukul 04.15 WITA saat berlayar dari Pelabuhan Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Ada ratusan penumpang di kapal tersebut.

Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA. Mereka telah mengerahkan personel serta armada penyelamatan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap penumpang dan kru kapal.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan fokus utama operasi saat ini adalah menyelamatkan seluruh penumpang dan awak kapal.

“Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi,” kata Hariyadi dalam keterangannya.

Menurut Hariyadi, kondisi darurat di laut membuat proses evakuasi membutuhkan dukungan dari berbagai unsur SAR dan kapal yang melintas di sekitar lokasi kebakaran.

Angkut 173 Orang

Seorang wanita, yang diselamatkan dari KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Lombok, terbaring di atas tandu saat diangkut ke ambulans, setelah tiba di pelabuhan Lembar di Lombok, NTB, Rabu (12/8/2026). Foto: Stringer/REUTERS

KMP Putri Yasmin membawa 173 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal. Seluruhnya telah dievakuasi melalui Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, dan Pelabuhan Lembar, Lombok.

“Total korban yang sudah terdata sebanyak 173 orang. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, atas nama Indah Dwi Septiani (19) dengan alamat Asrama Brimob Gatep Ampenan. Dari total 173 orang, dua di antaranya merupakan WNA asal Australia,” kata Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Padangbai, Harry Wiyanto, mengatakan jumlah orang yang tercatat dalam manifes KMP Putri Yasmin sebanyak 131 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 114 penumpang dan 17 anak buah kapal (ABK).

Tangis Penumpang Selamat

Para penumpang di atas kapal feri KMP Putri Yasmin bereaksi setelah dievakuasi di pelabuhan Lembar di Lombok, provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/8/2026). Foto: Stringer/REUTERS

Penumpang selamat dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, Lombok dan Pelabuhan Padangbai, Bali.

Sebagian besar penumpang mengalami syok dan menangis usai berhasil dievakuasi. Para penumpang juga mendapatkan penanganan medis intensif di ruang terminal penumpang.

Berikut potretnya:

Penumpang selamat kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok menangis usai dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/8/2026). Foto: Stringer/REUTERS
Seorang wanita menangis saat mencari putrinya yang menjadi penumpang KMP Putri Yasmin di Pelabuhan Lembar, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/8/2026). Foto: STR / AFP
Seorang wanita menangis saat mencari putrinya yang menjadi penumpang KMP Putri Yasmin di Pelabuhan Lembar, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/8/2026). Foto: Stringer/REUTERS
Penumpang selamat kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok terbaring di tanah usai dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/8/2026). Foto: Stringer/REUTERS
Penumpang selamat kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok menangis usai dievakuasi ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, Rabu (12/8/2026). Foto: Johannes Christo/REUTERS