kumparan
19 Oktober 2019 6:02

Fakta-fakta Terbaru Kasus Video Kucing Dicekoki Ciu

Ilustrasi kucing angora
Ilustrasi kucing angora. Foto: shutter stock
Polemik yang berawal dari video seorang pemuda mengaku telah mencekoki seekor kucing dengan ciu atau minuman keras tradisional, mulai jelas. Ahmad Azzam yang mengunggah video itu memberikan keterangan ke polisi.
ADVERTISEMENT
Laki-laki 22 tahun itu menyatakan yang diberi ke kucing itu bukan ciu. Video kucing yang disebut telah diberi ciu, diakuinya hanya untuk menimbulkan kehebohan di media sosial.
Berikut sejumlah fakta lain yang terungkap setelah Ahmad Azzam diperiksa polisi:
Cairan yang Diberikan ke Kucing adalah Air Kelapa
Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi, mengatakan setelah mendapat laporan pihaknya mengamankan Ahmad Azzam. Mereka juga menggali kembali kuburan kucing sebagai barang bukti.
Dari hasil pemeriksaan Ahmad Azzam mengaku air yang diberikan ke kucing ini bukanlah minuman keras jenis ciu, melainkan air kelapa.
"Pelaku sengaja menulis bahwa itu air minuman keras ciu agar mendapat komentar dari followers Instagram-nya," ujarnya, Jumat (18/10).
Kejadian tersebut terjadi pada Rabu malam (16/10). Saat itu pelaku bersama kedua temannya menemukan kucing dalam kondisi keracunan. Tidak jauh dari kucing terdapat bangkai tikus yang mati karena diracun.
ADVERTISEMENT
Diduga kucing tersebut menggigit bangkai tersebut sehingga ikut keracunan. Keterangan ini diperkuat oleh seorang saksi, yang melihat kucing tersebut menggigit bangkai tikus ini.
"Pelaku bersama temannya berinisiatif untuk mengobati kucing ini dengan meminumkan air kelapa," terangnya.
Namun upaya pelaku tersebut gagal, dan kucing mati beberapa waktu kemudian. Kucing tersebut kemudian dikubur di pekarangan rumah.
Azam mengaku menyesali perbuatannya tersebut dan meminta maaf terhadap seluruh pecinta kucing di Indonesia. Ia juga siap untuk menerima segala risiko atas perbuatannya.
"Saya menyesal dan meminta maaf kepada warganet, terutama pecinta kucing," pungkasnya.
Bisa Dijerat UU ITE
Animal Defender resmi melaporkan akun instagram @azzam_cancel ke Polres Tulungagung. Akun itu dilaporkan terkait unggahan 'kucing dicekoki ciu sampai mati'.
ADVERTISEMENT
"Kita mengutarakan kita tidak peduli apa yang dicekoki Azam. Kami akan bidik dia dengan Pasal 27 ayat 1 UU ITE, apa yang diunggah meresahkan masyarakat," ungkap pendiri Animal Defender Doni Herdaru kepada kumparan, Jumat (18/10).
"UU ITE karena dia mengunggah dan mentransmisikan sesuatu yang melanggar norma susila. Bukan melulu pornografi tapi kepatutan, norma, dan sopan santun," sambung dia.
Pasal 27 ayat 1 berbunyi:
"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan."
Menurut Doni, terlepas apa yang dicekokkan ke kucing, tindakan Azzam tidak bisa dibenarkan.
"Jika dia tidak berikan ciu setelah uji lab, dia kita kenakan dengan UU ITE. Sebab, menyebarkan hoaks atau berita bohong," tutur dia.
ADVERTISEMENT
Masih Didalami Polisi
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi, mengatakan, penyelidikan masih berlangsung.
"Dari pihak Animal Defender tadi sudah konsultasi ke kita. Kita terima laporannya. Intinya kita masih selidiki peristiwa tersebut," kata Hendi saat dikonfirmasi.
Polisi masih memastikan apakah cairan yang dicekoki ke kucing benar ciu atau air kelapa.
"Tunggu saja, saya mau gelar perkara dulu," tutur dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan