Fakta Mayat Hangus di Semarang: Diduga ASN yang Hilang; Ditemukan Tak Berkepala

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat menunjukan plat motor diduga milik ASN Bapenda Semarang yang hilang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat menunjukan plat motor diduga milik ASN Bapenda Semarang yang hilang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Penemuan mayat dalam kondisi hangus terbakar menggegerkan masyarakat yang berada di kawasan Marina Kota Semarang. Mayat itu gosong sehingga tak bisa dikenali. Yang tersisa hanya tulang berulang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, mengatakan selain sesosok mayat ditemukan pula 1 kendaraan roda dua yang juga dalam kondisi hangus terbakar.

"Selain sesosok mayat, ada satu unit kendaraan roda dua yang ikut terbakar," ujar Irwan, Kamis (8/9) malam.

Ia menjelaskan, mayat hangus ini ditemukan oleh seorang penggarap lahan pukul 20.00 WIB. Polisi langsung mendatangi lokasi.

Menurutnya, meski kondisi mayat sudah terbakar 100 persen namun diperkirakan kejadian itu masih baru dilakukan.

Penemuan mayat terbakar tersebut memunculkan tanya terkait identitasnya. Bahkan penemuan mayat ini dikaitkan dengan hilangnya seorang ASN Bapenda Semarang beberapa waktu lalu.

Berikut kumparan rangkum perkembangan informasi soal penemuan mayat itu:

Diduga ASN Bapenda Semarang yang Hilang

Informasi hilanya pegawai Bapenda Kota Semarang Iwan Boedi Prasetijo Paulus. Foto: Dok. Istimewa.

Sosok mayat tersebut diduga ASN Bapenda Kota Semarang, Iwan Budi Paulus, yang dilaporkan hilang.

Sebab di sebelah mayat itu, ditemukan motor dengan kondisi hangus dengan nopol merah H 9799 RA. Selain itu ditemukan pula nametag dengan nama Iwan Budi P.

Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, barang bukti yang ditemukan di lokasi persis dengan ciri-ciri yang tertera pada laporan kehilangan pada 24 Agustus 2022.

"Meninggalkan pelat polisi, pelat dinas, pelat merah H 9799 RA. Kendaraan ini yang digunakan saudara Iwan Budi yang dilaporkan hilang per tanggal 24 Agustus 2022," ujar Irwan di lokasi penemuan, Jumat (9/9).

Selain itu ditemukan pula kepala ikat pinggang, handphone, dan pisau yang gagangnya hangus terbakar di TKP.

Meski begitu, polisi masih memastikan identitas asli korban melalui tes forensik dan tes DNA.

Adapun Iwan Budi dilaporkan hilang sejak Rabu 24 Agustus 2022. Sebelum hilang, ia sempat berpamitan untuk bekerja pada pukul 06.40 WIB dengan mengendarai motor Honda Vario merah bernopol H 9799 RA.

Iwan hilang satu hari sebelum menjalani pemeriksaan sebuah kasus korupsi di Polrestabes Semarang.

Mayat Ditemukan Tanpa Kepala

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat menunjukan plat motor diduga milik ASN Bapenda Semarang yang hilang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Mayat tersebut ditemukan tanpa kepala. Polisi dibantu dua anjing pelacak masih mencari potongan kepala mayat itu. Selain itu, mayat tersebut juga tanpa kaki dan tangan.

"Kondisi kendaraan maupun orang terbakar 100 persen. Tapi dari penyelidikan kasat mata itu dari TKP (Tempat Kejadian Perkara) tadi malam, sudah kami laporkan pada Dirkrimum bahwa yang terbakar itu bagian leher ke bawah. Kemudian, kepalanya tidak ditemukan di TKP," ujar Irwan.

Irwan menduga kepala korban masih ada di sekitar lokasi. Hilangnya kepala korban juga dimungkinkan dibawa oleh binatang liar.

Diduga Korban Pembunuhan

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat menunjukan plat motor diduga milik ASN Bapenda Semarang yang hilang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Direskrimum Polda Jateng Kombes Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan, diduga terbakarnya korban merupakan ulah orang lain. Itu bukan merupakan merupakan aksi bunuh diri.

"Proses awal penyelidikan memang ada hal-hal yang secara sepintas adanya diduga ini adalah pembunuhan. Diduga ya, karena dari TKP (tempat kejadian perkara) ditemukan korban meninggal, kemudian ada bekas-bekas yang diduga mungkin penganiayaan karena di situ tersiram ada bekas-bekas bensin dan sebagainya yang diduga ini bukan dilakukan oleh korban sendiri," ujar Djuhandani.

Selain itu, polisi juga akan menyelidiki apakah korban masih dalam keadaan hidup atau mati saat terbakar di semak ilalang.

"Apakah saat kejadian ini korban kondisi hidup atau meninggal, ini masih dalam proses. Mungkin dalam satu dua hari ini kita akan mengetahui korban sudah meninggal atau belum. Tapi pada prinsipnya, kita untuk awal sudah mendapatkan kemungkinan diduga adalah korban pembunuhan," ujar Djuhandani.

Lakukan Tes DNA dan Forensik

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat menunjukan plat motor diduga milik ASN Bapenda Semarang yang hilang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Untuk memastikan identitas dari mayat tersebut, pihak kepolisian masih menunggu hasil tes forensik dan tes DNA.

"Karena apakah ini Saudara Iwan (PNS Bapenda Semarang yang hilang) sesuai dengan yang tanggal 24 Agustus kemarin dilaporkan hilang atau tidak, tentu saja ini kita masih harus buktikan secara scientific dengan kedokteran forensik, nantinya akan membuktikan benar atau tidak. Kalau memang benar, nanti kita juga akan kira-kira, motif dan lainnya mungkin bisa terjawab dengan jelas," beber Djuhandani.

Ia juga menegaskan, polisi akan mengungkap kasus ini secara jelas dan segamblang-gamblangnya.

"Pada prinsipnya kami beserta Polrestabes Semarang berniat untuk mengungkap kasus ini secara gamblang dan jelas. Dan mungkin secepatnya kami berupaya mengungkap kasus ini dan kami mohon doanya dari rekan-rekan semua," kata dia.

Berdasarkan keterangan dari adik ipar Iwan, Yosef Prastowo (41), polisi sudah meminta sampel DNA yang diambil berasal dari anak Iwan.

"Pihak keluarga masih menunggu hasil tes DNA. Kami masih menunggu itu. Sampel sudah diambil dari anak," ujar Yosef saat ditemui kumparan, Jumat (9/9).

Meski begitu, ia berharap mayat yang ditemukan tanpa kepala itu bukanlah kakak iparnya meski motor yang ditemukan di dekat jasad yang terbakar itu memang kendaraan yang dipakai Iwan sebelum hilang.

"Kami berharap itu bukan beliau. Tapi kalau motornya memang benar karena sudah dicek rangka dan nomor mesinnya," kata Yosef.