Fakta Truk Timpa Mobil di Tangerang yang Tewaskan 4 Orang

Kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut tanah dan sebuah mobil Daihatsu Sigra di Tangerang pada Kamis (1/8) pagi memakan korban jiwa. Peristiwa yang terjadi di Jalan Imam Bonjol, Karawaci itu menewaskan empat penumpang, sementara satu penumpang lainnya, seorang balita, berhasil diselamatkan.
"Itu truk tanah. Patah as roda, lalu miring ke kanan menimpa mobil Sigra," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Pemadam Kebakaran Kota Tangerang, Teguh, saat dikonfirmasi kumparan, Kamis (1/8).
Balita selamat di pelukan ibu
Seorang saksi mata, Rusman (45), sempat melihat truk kehilangan kendali sehingga oleng ke kanan. Di jalur berlawanan, mobil Daihatsu Sigra melintas.
“Saya sedang naik motor di belakang mobil pribadi, memang truk oleng dan tak menyangka menimpa keempat korban,” kata Rusman di lokasi.
Rusman yang melihat langsung kejadian itu langsung meminta pertolongan warga dan menghubungi polisi. Terdapat lima penumpang dalam mobil, salah satunya seorang balita.
Beruntung, balita tersebut tidak tertimpa truk karena terlindungi rangka mobil.
“Posisi bayi berada di pelukan orang tuanya, ya. Jadi rangka mobil itu mengganjal muatan truk menimpa dia. Mungkin itu penyebab dia selamat,” ujar Rusman.
Kasatlantas Polres Tangsel, AKP Lalu Edwin, mengatakan, balita yang selamat dirawat di puskesmas terdekat. “Korban selamat dibawa ke Klinik Rani,” kata Lalu.
Sopir truk sempat kabur
Usai peristiwa nahas itu terjadi, sopir truk bernomor polisi B 9927 TYY sempat melarikan diri. Selang beberapa jam, polisi berhasil mengamankannya dan langsung diperiksa di kantor Satlantas Tangerang Kota.
"Ini diperiksa, dibawa ke kantor, sopirnya. Sama saksi-saksi sudah dibawa ke kantor untuk diperiksa,” kata Kasatlantas AKBP Juang Andi Priyanto saat dikonfirmasi.
Juang belum merinci identitas sopir tersebut. Ia meminta wartawan menunggu hasil pemeriksaan hingga datanya lengkap.
Keberadaan truk ini disorot banyak pihak. Sebab, dalam aturannya, truk bermuatan besar hanya boleh beroperasi malam hari.
"Ini pagi-pagi sudah keluar," ucapnya.
Diduga truk tidak layak jalan
Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut. Termasuk memeriksa sopir yang diduga lalai.
“Iya, itu kendaraannya enggak layak jalan kayaknya. Dipaksa jalan, [jadi] patah as,” kata Juang.
Mobil Sigra bukan kendaraan pribadi, pengendara berprofesi sopir taksi online
Pengendara mobil Sigra bukan bagian dari keluarga korban tewas. Sopir tersebut merupakan sopir taksi online yang dipesan oleh ibu korban tewas.
“Jadi mereka mau ke Tanah Abang, ibu itu memesan Grab. Yang meninggal itu sopir Grab,” kata Juang.
Sehingga, lima korban tersebut terdiri dari sopir taksi online, ibu pemesan jasa, tiga anggota keluarga, termasuk balita. Dari lima orang itu, hanya balita yang selamat.
“Ayahnya (balita) datang menjemput, keluarga juga sudah membawa jenazah,” ujar Juang.
Sopir truk sempat hindari razia
Setelah kasus dikembangkan, sopir truk rupanya berusaha menghindari petugas yang berjaga di sekitar lokasi.
"Jam 05.00 sampai 21.00 enggak boleh lewat. Mungkin dia itu dari Bogor-nya pagi. Dari pagi 'kan dia pikir enggak ada petugas, nah, dia mau berhenti, petugas sudah siaga semua, habis apel pagi. Kemudian dia berhenti," kata Juang.
Saat sopir merasa aman dan melanjutkan perjalanan, as roda truk patah sehingga hilang kendali.
Juang memastikan polisi sudah sering menggelar razia untuk truk bermuatan besar. Ia juga mengatakan sudah tidak terhitung kendaraan yang dikandangkan karena melanggar aturan jam operasional.
“Ya, pokoknya yang nyuri-nyuri kalau itu. Nyuri-nyuri kan satu-dua itu. Kayak yang perorangan, bukan yang perusahaan,” kata Juang.
