Fase Pemulihan Lockdown Malaysia Diperpanjang, Turis Asing Masih Dilarang Masuk

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang petugas kebersihan memberisak pegangan tangan pada salah satu mal di Kuala Lumpur, Malaysaia, Senin (4/5). Foto: REUTERS/Lim Huey Teng
zoom-in-whitePerbesar
Seorang petugas kebersihan memberisak pegangan tangan pada salah satu mal di Kuala Lumpur, Malaysaia, Senin (4/5). Foto: REUTERS/Lim Huey Teng

Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin, memperpanjang fase pemulihan Perintah Kawalan Pergerakan (MCO) pasca-lockdown hingga 31 Desember 2020. Fase pemulihan MCO seharusnya berakhir pada 31 Agustus 2020.

Perpanjangan pemulihan diambil setelah munculnya kembali klaster baru corona di beberapa wilayah. Meski Malaysia sempat mencatat penurunan kasus, Muhyiddin menilai penyebaran virus corona masih tinggi di tingkat global.

“Kebijakan ini untuk memastikan semua pihak mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dan protokol kesehatan yang ada,” ujar Muhyiddin dilansir The Star, Sabtu (29/8).

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. Foto: REUTERS / Lim Huey Teng

Di fase pemulihan ini, wisatawan asing masih dilarang masuk Malaysia untuk menghindari penularan kasus impor.

"Sementara kegiatan olah raga akan diizinkan, tetapi tanpa peserta dan penonton dari luar negeri," katanya.

Muhyiddin menilai perlu waktu lama bagi Malaysia untuk terbebas dari virus corona. Jika kasus kembali melonjak, tak menutup kemungkinan lockdown ketat kembali diberlakukan.

“Saat ini situasi terkendali. Namun jika terjadi peningkatan kasus di daerah tertentu, pemerintah akan meningkatkan status MCO seperti yang telah diterapkan di beberapa daerah sebelumnya,” ujar Muhyiddin.

Muhyiddin menambahkan, aturan karantina di tempat-tempat tertentu juga akan terus diberlakukan. Ia juga mendukung Kemenkes untuk menambahkan nominal denda bagi para pelanggar protokol.

Cara berbagai negara hadapi pandemi corona Foto: REUTERS

"Tidak ada yang dikecualikan dari aturan ini, dan siapa pun yang melanggar akan dihukum sesuai dengan itu," tuturnya.

“Untuk itu, saya mendukung usulan Kementerian Kesehatan untuk menaikkan denda untuk pelanggaran, setidaknya dua atau tiga kali lipat dari tarif saat ini. Tapi hal ini perlu dicermati dan UU 342, perlu diubah dulu,” ujarnya.

Status lockdown MCO di Malaysia pertama kali diberlakukan pada 18 Maret. Lockdown ketat diperpanjang tiga kali hingga 12 Mei.

Selama lockdown, Malaysia melarang perjalanan domestik dan internasional. Setiap orang juga diharuskan untuk tetap di rumah.

Beberapa bulan setelahnya, Malaysia mengaktifkan kegiatan ekonomi dan menurunkan status lockdown ketat menjadi “MCO bersyarat” mulai 4 Mei.

Pada 10 Juni, Malaysia memasuki fase pemulihan lockdown. Hampir semua kegiatan sosial, pendidikan, agama dan bisnis, serta ekonomi dibuka kembali secara bertahap.

Saat ini, Malaysia memiliki 9.306 kasus positif, 125 kasus kematian, dan 9.030 kasus sembuh.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

***

embed from external kumparan