Fatma Saifullah: Anak Berhak Tumbuh di Lingkungan Aman dan Penuh Kasih Sayang
ยทwaktu baca 5 menit

Penasihat I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos), Fatma Saifullah Yusuf, sempat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 yang dikemas dalam acara Peksos Goes to Community bersama Yayasan Balarenik Bekasi, pada 3 Agustus lalu.
Fatma hadir bersama Penasihat II DWP Intan Agus Jabo Priyono dan jajaran pengurus di lokasi acara sekitar pukul 09.00 WIB.
Sebelum memulai acara, Fatma melihat aktivitas anak-anak di zona yang disediakan, Zona Sejahtera dan Zona Gembira. Di sana anak-anak dari komunitas orang tua yang sebagian besar pemulung ini terlihat bersemangat merangkai bunga, mewarnai, dan bermain.
Fatma meninjau Zona Sejahtera yang melayani pemeriksaan kesehatan dan ruang cerita anak. Lalu, ia juga menghampiri Zona Gembira yang berisi booth kreativitas stik es krim, meronce gelang dan kalung, serta menggambar dan mewarnai.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu disusul dengan sejumlah penampilan seni dari anak-anak binaan Yayasan Balarenik. Fatma juga sempat memainkan angklung bersama anak-anak yang hadir.
Dalam sambutannya, Fatma mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari Rehabilitasi Sosial pekerja social community dalam rangka semarak Hari Anak Nasional 2025 dengan Yayasan Balarenik. Kegiatan ini ingin menjangkau yang terlupakan dan menguatkan yang rentan.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial saja, tapi sebagai tekad Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menggandeng seluruh anak-anak di Indonesia. Sebab, mereka calon penerus bangsa.
"Kita selaku orang tua, pemerintah, dan pendamping harus memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan aman, penuh kasih sayang, dan juga penuh semangat," kata Fatma.
Ia menceritakan saat ini Kemensos diberikan amanah langsung dari Presiden Prabowo untuk membuat Sekolah Rakyat. Saat ini sudah berdiri 63 Sekolah Rakyat yang ada di seluruh Indonesia di sentra dan balai kementerian. Disusul 37 titik lagi di seluruh Indonesia sehingga total berjumlah 100 sekolah dan pada bulan September mendatang akan dimulai lagi di 59 titik tambahan.
Fatma juga memohon doa agar jajaran Kemensos diberikan kekuatan dan kemampuan untuk mewujudkan mimpi-mimpi Presiden Prabowo agar sekuruh anak-anak Indonesia dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dari desil 1 dan 2 DTSEN mendapatkan pendidikan yang layak.
"Mohon doanya ya untuk Pak Menteri Sosial, Saifullah Yusuf dan jajarannya serta seluruh kementerian di bawah naungan Bapak Presiden Prabowo untuk tetap bisa menjaga amanah dengan baik karena mendapatkan tugas berat untuk mewujudkan ini semua," katanya.
Fatma berharap anak-anak yang hadir juga dapat merasakan pendidikan berkualitas dan dapat mencapai cita-cita seperti cita-cita anak Sekolah Rakyat.
"Teman-temanmu di Sekolah Rakyat punya cita-cita yang nggak kaleng-kaleng lho. Ada yang ingin jadi dokter, polisi, tentara, presiden, menteri, guru dan banyak lagi, untuk itu kita semua harus rajin belajar dan juga berdoa," katanya.
Di kesempatan tersebut, Fatma memberikan bingkisan secara simbolis. Bingkisan dengan nominal Rp300 ribu diberikan untuk 300 anak, terdiri dari tas sekolah, buku tulis, alat tulis, tempat pensil dan kaos.
"Kami melalui Rehsos Anak membawa bantuan yang diberikan kepada 300 anak dari Yayasan Balarenik total sebesar Rp90 juta. Mudah-mudahan bisa bermanfaat buat anak-anak kita semua," ungkap Fatma yang juga di dampingi oleh Agung Suhartoyyo Direktur Rehabilitasi Sosial Anak.
Kemudian, ia juga memberikan bantuan untuk 5 anak disabilitas dengan nilai Rp 1 juta tiap anak. Bantuan terdiri dari paket pemenuhan nutrisi dan alat permainan edukasi.
Fatmapun meminta anak-anak agar belajar dengan disiplin dan tekun. Lalu juga meminta mereka berdoa agar saat dewasa dapat menjadi orang sukses.
"Selamat Hari Anak Nasional 2025 untuk anak-anak di seluruh Indonesia, khususnya yang ada di Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, dan anak-anak dari Yayasan Balarenik," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Agung Suhartoyo mengatakan kegiatan ini merupakan inisiasi Fatma Saifullah Yusuf yang ingin sekali bertemu dan membersamai anak-anak di luar kantor Kemensos.
"Awalnya ide ini dari ibu menteri yang ingin membersami anak-anak secara langsung di lokasi, kali ini kita adakan di kampung pemulung bersama anak-anak binaan Yayasan Balarenik," katanya.
Usai penyerahan bingkisan, salah seorang anak dari Yayasan Balarenik, Anisa menyampaikan surat harapan dan cita-cita. Ia pun membacakannya di hadapan Fatma, Intan, dan peserta yang hadir.
"Harapan kami, kami anak Indonesia berharap penuh kepada Ibu. Boleh ya, bu? Kami ingin terlindungi dari kekerasan fisik dan mental. Jauhkan kami dari rokok, miras, dan narkoba. Kami berharap pendidikan karakter di lingkungan kami, diawasi, dan makanan kami. Terima kasih sudah memperhatikan kami, datang kesini. Semoga bu Menteri selalu sehat dan selalu menyayangi kami. Terima kasih," katanya.
Fatma pun mengapresiasi pembacaan surat tersebut. Ia mendoakan harapan dan cita-cita Anisa dapat terkabul karena anak-anak Indonesia mendapatkan perhatian luar biasa dari Presiden Prabowo.
"Kali ini melalui Kemensos, salah satunya dengan mengadakan kegiatan semacam ini sebagai tanda kasih dari kami semuanya untuk kalian. Tetap semangat belajar ya, semoga jadi anak pintar, dan sukses meraih cita-cita," tuturnya.
Untuk menambah keceriaan dan keseruan, Fatma mengakhiri acara dengan permainan berhadiah berupa games Berpacu dalam Melodi bersama Kak Henny Hermanoe. Anak-anak sangat gembira dan antusias mengikuti.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Wiwiek Hargono Tri Adhianyo Ketua TP PKK Kota Bekasi, Camat Bekasi Barat dan lurah Bintara Jaya.
