Fauzi Sedang Menghafal Al-Quran saat Atap SD Muhammadiyah di Gunungkidul Ambruk
ยทwaktu baca 2 menit

Ketua Majelis Dikdasmen PWM DIY, Achmad Muhammad, mewakili Muhammadiyah, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Fauzi Ajitama (11) siswa SD Muhammadiyah Bogor, Playen, Kabupaten Gunungkidul akibat ambruknya atap sekolah tersebut.
"Pertama tentu kita ambil hikmahnya agar peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua dari aspek keamanan belajar dan sebagainya," kata Achmad di rumah duka di Ngawu, Playen, Gunungkidul, Rabu (9/11).
Achmad menjelaskan, saat peristiwa itu terjadi, Fauzi sedang mengaji bersama teman-temannya sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
"Dia sedang bersama teman-temannya menghafal Alquran ketika musibah itu terjadi," katanya.
Saat musibah itu terjadi, Fauzi juga mengorbankan jiwanya untuk melindungi teman-teman yang lain sehingga teman-temannya bisa keluar dari reruntuhan.
"Begitu musibah itu terjadi, dia justru bagi kami sosok yang luar biasa, di usia anak 6 SD, 11 tahun, punya jiwa menyelamatkan jiwa orang lain daripada diri sendiri itu luar biasa pembelajaran bagi kita semua yang dewasa," katanya.
Fauzi menurutnya merupakan sosok siswa yang tekun serta memiliki karakter dan akhlak yang baik. Sosok Fauzi membuktikan bahwa pendidikan karakter yang baik akan mengahasilkan sosok berjiwa kemanusiaan tinggi.
"Yang patut kita garis bawahi dari generasi muda Indonesia masih banyak dan Mas Fauzi salah satunya mereka yang punya rasa kemanusiaan empati yang tinggi dan solidaritas luar biasa," pungkasnya.
Panewu atau Camat Playen, Agus Sumaryono, menjelaskan Fauzi yang merupakan warga Ngawu, Playen ini terkena reruntuhan atap. Korban diketahui sempat melindungi teman-temannya.
"Di akhir hidupnya, sudah memberi contoh mengorbankan jiwanya. Melindungi anak-anak yang lainnya untuk keluar dari bahaya sampai mengorbankan jiwanya," kata Agus saat melepas jenazah.
Agus mengatakan bahwa sikap kepahlawanan FA ini diharapkan bisa ditanamkan dan dicontoh masyarakat semuanya.
"Jadi pahlawan. Saget (bisa) ditanamkan seluruh masyarakat. Masyarakat yang saling bahu membahu," ujarnya.
