Fenomena Hujan Es Turun di Cikini Jakpus, Begini Penjelasan BMKG
·waktu baca 2 menit

Fenomena hujan es terjadi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/9) sore. Hujan es tersebut sempat mengejutkan warga karena jarang terjadi di wilayah Jakarta.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, membenarkan peristiwa tersebut.
“Betul sekali, sore ini terjadi hujan es di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Fenomena ini sempat mengejutkan warga karena cukup jarang terjadi di Jakarta,” jelas Guswanto saat dihubungi kumparan, Selasa (30/9).
“Menurut laporan warga dan video yang beredar, hujan deras disertai angin kencang turun sekitar pukul 15.05 WIB, dan selama sekitar satu menit terlihat butiran es kecil seperti kerikil jatuh bersama hujan,” tambahnya.
Menurut Guswanto, hujan es bisa terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama pada masa peralihan musim atau pancaroba.
“Kami BMKG menjelaskan bahwa hujan es bisa terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama saat masa peralihan musim (pancaroba). Kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan Comulonimbus—awan hujan yang sangat tinggi dan padat—dapat menyebabkan terbentuknya butiran es di lapisan atas atmosfer yang kemudian jatuh ke permukaan,” ujar Guswanto.
Jadi, ini bukan hujan biasa, melainkan fenomena hujan es yang memang bisa terjadi secara lokal dan singkat saat cuaca ekstrem,”.
Ia menambahkan, fenomena ini terdeteksi oleh BMKG melalui radar cuaca.
“Pantulan dari presipitasi, gelombang ini memantul kembali dari partikel presipitasi (tetesan air, kristal es, dan lain-lain) di atmosfer,” papar Guswanto.
“Reflektivitas radar adalah ukuran kekuatan sinyal yang dipantulkan kembali ke radar oleh presipitasi (hujan, salju, es) dan dinyatakan dalam unit desibel reflektivitas (dBZ). Semakin merah berarti suhu puncak awan sudah bisa mencapai -55 derajat Celcius, dan ini sudah berupa butiran es,” tutupnya.
