Fenomena Warna Air Laut Cokelat dan Biru di Gunungkidul, Ini Penjelasannya
·waktu baca 2 menit

Media sosial diramaikan dengan munculnya warna air laut cokelat dan biru di perairan Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Ternyata, perbedaan warna itu biasa terjadi ketika debit air sungai bawah tanah yang bermuara di pantai meningkat saat hujan deras.
Video fenomena air laut cokelat dan biru tampak seperti yang diunggah akun Instagram @ceritagunungkidul. Video direkam oleh Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto.
"Saya yang merekam, kebetulan ikut nelayan menebar jala sekaligus juga melakukan pemantauan kondisi air laut," kata Suris kepada wartawan di Gunungkidul, Senin (20/2).
Video direkam pada Jumat (17/2) siang. Saat itu perahu jukung nelayan tengah berada di sisi selatan Pantai Baron. "Air laut di sisi selatan bening, berwarna biru. Untuk sisi utara itu airnya berwarna coklat," katanya.
Tampak dalam video seakan-akan air laut terbelah. Fenomena ini terjadi hingga Minggu (19/2). Berangsur perbedaan warna semakin menipis. "Kondisi perbedaan (warna) yang jelas sampai hari Minggu kemarin," jelasnya.
Lebih lanjut, Suris mengatakan ketika hnujan deras fenomena seperti ini kerap terjadi. Pada Kamis (16/2) lalu bahkan air sungai bawah tanah yang bermuara di Pantai Baron ini menyembur bak air terjun.
Hal senada diungkapkan koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron Marjono. Jika hujan berhenti maka berangsur aliran air sungai bawah tanah mereda.
Fenomena hanya terjadi saat hujan deras. "Fenomena ini biasa terjadi saat hujan deras," kata Marjono.
