Ferdy Sambo & Putri Terindikasi Bohong dari Tes Poligraf, Ditanya Apa?
ยทwaktu baca 4 menit

Lima terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua ternyata pernah menjalani tes poligraf atau lie detector. Beberapa menunjukkan hasil terindikasi bohong.
Kelimanya ialah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal Wibowo. Mereka ialah terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.
Hasil tes poligraf tersebut diungkapkan oleh Kaur Bidang Komputer Forensik Puslabfor Polri, Aji Febriyanto Ar-rosyid, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/12). Jaksa menghadirkan Aji selaku ahli poligraf. Aji pula yang melakukan tes poligraf kepada Sambo dkk saat penyidikan.
Aji menjelaskan, poligraf adalah aktivitas pemeriksaan dengan menggunakan alat poligraf untuk menentukan seseorang itu apakah terindikasi berbohong atau jujur. Keakuratannya bahkan mencapai 93 persen.
"Semakin pandai seorang pemeriksa, maka nilai keakuratan pemeriksaan ini semakin tinggi Yang Mulia. Untuk nilai ambang bawahnya 93 persen," kata Aji kepada hakim.
Ada tiga tahapan dalam tes tersebut. Pertama, yakni pre-test. Tahapan ini di mana seorang pemeriksa menjelaskan mekanisme pemeriksaan poligraf di dalamnya termasuk soal riwayat kesehatan, riwayat sosial dan menyamakan persepsi soal kronologi kejadian.
Kedua, ada tahapan tes. Tahapan ini ditandai dengan pemeriksaan terperiksa yang dipasangi alat-alat berupa sensor-sensor. Mulai dari sensor pernapasan dada, sensor pernapasan perut, sensor elektro denma, dan sensor radio vaskular. Kemudian diberikan pertanyaan.
Ketiga, post-test. Tahapan ini menganalisa grafik dari hasil pemeriksaan. Pemeriksan grafik ini dilakukan secara tim, tidak individual untuk menentukan apakah terperiksa terindikasi bohong atau jujur.
Menurut Aji, tes dilakukan atas permintaan penyidik. Ada beberapa pertanyaan yang kemudian ditanyakan kepada Sambo dkk. Termasuk pertanyaan utama yang menjadi isu titipan penyidik.
Pertanyaan tersebut kemudian dicek hasilnya dalam bentuk skor plus atau minus. Bila angkanya minus, artinya terindikasi berbohong. Sementara jika plus, terindikasi NDI atau no deception indicated alias jujur.
Lantas, apa saja pertanyaan serta hasil dari pemeriksaan poligraf terhadap kelima terdakwa?
Ferdy Sambo
Pertanyaan: Apakah Saudara melakukan penembakan terhadap Yosua?
Jawaban: tidak
Hasil: minus 8 (terindikasi berbohong)
Tanggapan Sambo:
Kami ingin menyampaikan khusus ke ahli Poligraf, kami menyampaikan bahwa sangatlah disayangkan dalam pembuktian yang dilakukan Puslabfor ini, hanya berdasarkan isu, kemudian titipan penyidik, ahli harusnya mengetahui dampak yang ahli berikan terhadap keluarga saya, tapi itu faktanya Yang Mulia. Tidak ada hubungannya dengan perkara 340 ahli tanyakan ke istri saya.
Putri Candrawathi
Pertanyaan:
Apakah anda berselingkuh dengan Yosua?
Apakah anda berselingkuh dengan Yosua di Magelang?
Apakah anda berselingkuh dengan Yosua selama di Magelang?
Jawaban: tidak
Hasil: minus 25 (terindikasi berbohong)
Tanggapan Putri:
Izin untuk Poligraf, Bapak Aji, waktu itu saya diperiksa oleh dua orang salah satunya bapak Aji ini, saya diperiksa di ruangan tertutup yang kedap suara dengan dua orang pria dan saya diminta menjelaskan dari tanggal 2-8, tanggal 7-nya saya berhenti, saya menyampaikan berdua, yang bertanya, saya tidak sanggup karena saya tidak mau menceritakan tentang kejadian kekerasan seksual tersebut, namun salah satu pemeriksa menyampaikan 'ibu harus menceritakan karena ibu sudah di sini' kalau tidak salah itu yang menyampaikan adalah bapak Aji sendiri.
Saya menangis karena di dalam ruangan itu hanya ada dua orang pria saya harus menceritakan peristiwa kekerasan seksual yang saya alami tanpa didampingi oleh psikolog atau pengacara. Dan saat itu saya hanya bisa menangis, tapi diminta untuk melanjutkan dan saya melanjutkan karena saya takut dibilang kooperatif dalam pemeriksaan.
Richard Eliezer
Pertanyaan: Apakah kamu memberikan keterangan palsu bahwa kamu menembak Yosua?
Jawaban: tidak
Hasil: plus 13 (terindikasi jujur)
Tanggapan Eliezer:
Saya rasa untuk keterangan dari ahli poligraf, saya rasa cukup benar Yang Mulia, karena walaupun pada saat itu saya juga belum beristirahat sampai pagi, begadang juga. Tapi dalam pemeriksaan saya sudah menjawab dengan jujur Yang Mulia.
Ricky Rizal
Pertanyaan:
Apakah seseorang menyuruh mu mengambil senjata api Yosua?
Apakah kamu melihat Pak Sambo menembak?
Jawaban: Tidak ada yang menyuruh ambil senjata. Tidak melihat Sambo menembak Yosua.
Hasil: plus 11 untuk pertanyaan pertama dan plus 19 untuk pertanyaan kedua (terindikasi jujur)
Tanggapan:
Untuk pak Aji Febriyanto, pasa saat tes poligraf baik pas pemeriksaan kesatu mau yang kedua saya dalam kondisi sehat dan baik saja serta saya memang tidak ada penolakan, waktu itu pada saat dilakukan pemeriksaan, jadi keterangan Pak Aji saya tidak ada keberatan.
Kuat Ma'ruf
Pertanyaan:
Apakah anda memergoki persetubuhan Putri dengan Yosua?
Apakah anda melihat Sambo menembak?
Jawaban: Kuat menjawab 'tidak' untuk dua pertanyaan tersebut.
Hasil: plus 9 untuk pertanyaan pertama (terindikasi jujur) dan minus 13 untuk pertanyaan kedua (terindikasi berbohong).
Tanggapan:
Saya sudah jujur tidak melihat, tapi di poligraf kok [dibilang] masih berbohong.
