Festival Palang Pintu di Kemang Jaksel: Ada Pentas Budaya Betawi-Ratusan UMKM

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pembukaan Festival Palang Pintu di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pembukaan Festival Palang Pintu di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Festival Palang Pintu ke-17 di Kemang, Jakarta Selatan, kembali digelar pada Sabtu (3/10). Warga mulai memadati kawasan festival sejak pagi untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni budaya sekaligus berbelanja di stan UMKM.

Pantauan kumparan, warga mulai berdatangan sekitar pukul 08.00 WIB, meski rangkaian acara pembukaan baru dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Sejumlah warga terlihat mengunjungi stan-stan yang tersedia, mengikuti aktivitas di dalam stan, hingga melihat berbagai pameran.

Festival yang berlangsung hingga Minggu (4/10) itu tidak hanya menampilkan palang pintu khas Betawi. Sejumlah kesenian juga ditampilkan, mulai dari tarian, silat, musik, lagu, hingga pertunjukan budaya lainnya dalam Gelar Ragam Kesenian Budaya Nusantara.

Penanggung Jawab Festival Palang Pintu, H. Edy Mulyadi, mengatakan penyelenggaraan tahun ini membawa sejumlah perubahan, salah satunya dengan melibatkan lebih banyak generasi muda atau Gen Z dalam pengelolaan acara.

"Konsep ini lebih banyak dilakukan oleh kaum Gen Z. Hari ini alhamdulillah, tenan-tenan yang ada ini pola yang dilakukan oleh kaum Gen Z kami libatkan secara menyeluruh," kata Edy.

Suasana pembukaan Festival Palang Pintu di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Menurut Edy, pelibatan anak muda menjadi bagian dari upaya regenerasi agar Festival Palang Pintu dapat terus berlangsung dan memiliki pengelola baru pada masa mendatang.

"Festival yang sukses adalah bukan hanya ramai, tapi bisa membangun para kader-kader selanjutnya yang akan bisa meneruskan perjuangan kita buat ke depannya lagi. Ini target kami," ujarnya.

Selain pertunjukan budaya, Festival Palang Pintu ke-17 juga melibatkan sekitar 250 pelaku UMKM. Stan yang tersedia menjajakan berbagai makanan, pakaian, dan produk kreatif masyarakat.

Edy mengatakan UMKM dilibatkan sebagai bagian dari upaya agar festival budaya juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Semua, para UMKM kita berdayakan semua. Makanya kita hari ini beda, ada khusus makanan-makanan, kreatif-kreatif sendiri," jelas dia.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin, mengatakan Pemkot Jakarta Selatan mendukung pelaksanaan Festival Palang Pintu yang telah memasuki penyelenggaraan ke-17 tersebut.

Menurutnya, festival budaya seperti ini dapat menjadi ruang untuk menjaga budaya Betawi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

"Kami sangat mendukung ya, karena memang ini bagian dari menyongsong 5 abad juga, karena ini ada gelar budaya juga, dan samping itu ini dalam rangka peningkatan ekonomi," kata Mukhlisin.

Mukhlisin berharap festival tersebut dapat terus berkembang dan memberikan ruang bagi produk rumahan serta pelaku ekonomi kreatif untuk dikenal masyarakat.

"Harapannya peningkatan perekonomian terus berkembang dan lebih maju lagi, terutama dengan produk-produk rumahan kita nih yang di sini banyak diangkat," ujarnya.

Festival Palang Pintu Kemang telah digelar selama 17 tahun dan menjadi salah satu agenda budaya yang rutin digelar di kawasan tersebut. Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Kaum Betawi Indonesia (Forkokabi), H. Mohammad Ihsan, berharap festival ini dapat dikembangkan menjadi bagian dari rangkaian peringatan 5 abad Jakarta pada tahun depan.

Ia juga berharap Festival Palang Pintu Kemang dapat menjadi salah satu ikon budaya Jakarta dan terus berkembang dengan dukungan pemerintah.

"Enggak sampai satu tahun lagi, Jakarta sudah memasuki 5 abad. 5 abad Jakarta ini harus ada sesuatu yang gaung. Karena Jakarta sebagai kota global, kota ekonomi nasional, internasional, harus tetap menjaga budayanya," kata Ihsan.

Selain budaya Betawi, Festival Palang Pintu ke-17 tahun ini turut membawa berbagai kesenian Nusantara. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan festival sebagai ruang pertemuan berbagai budaya di Jakarta.