Firli Bahuri: KPK Selalu Terbuka Meski Harus Dicaci dan Dimaki

Pegawai KPK sedang dalam proses alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN). Perkembangan terakhir, KPK mengumumkan adanya 75 pegawai yang tidak memenuhi syarat menjadi ASN.
Isu ini membuat KPK menjadi sorotan belakangan ini. Sebab, belakangan muncul kabar bahwa mereka yang tidak lulus ialah pegawai yang berintegritas. Salah satu yang disebut-sebut tidak lolos adalah Novel Baswedan.
Ketua KPK Komjen Firli Bahuri menyatakan siap untuk mendapatkan kritik keras dari masyarakat terkait proses yang sedang dilakukan. Menurutnya, informasi apa pun terkait KPK akan disampaikan kepada publik.
Termasuk soal hasil dari tes wawasan kebangsaan pegawai KPK sebagai salah satu syarat alih status menjadi ASN. Meski, ada 75 orang yang dinyatakan tak lolos dalam tes tersebut.
"Sebagaimana yang pernah kami sampaikan, bahwa KPK sangat terbuka dan kami selalu terbuka meski harus terima risiko dicaci dan dimaki," kata Firli dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (5/5).
"Tapi itu lebih baik daripada dipuji-puji tapi menutupi, terkait 75 orang yang ikut tes wawasan kebangsaan," sambungnya.
Terkait 75 pegawai yang tidak lolos wawasan kebangsaan ini, Firli mengatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan kepada KemenPAN-RB dan BKN. Nantinya, nasib dari 75 orang pegawai itu akan ditentukan sesudah ada respons dari kedua institusi tersebut.
Dalam konferensi pers tersebut, Firli juga menjawab sejumlah kabar terkait dengan pemecatan terhadap pegawai yang tidak lolos tes itu. Ia menyatakan sedari awal tidak ada niat untuk memecat mereka. Adapun kabar pemecatan bukan datang dari KPK.
"Tidak ada kepentingan KPK, apalagi pribadi atau kelompok, dan tidak ada niat KPK untuk usir insan KPK dari KPK. Kita sama-sama berjuang memberantas korupsi, menegakkan UU," ujar Firli.
