First Lady Irak Tolak Kurdi Jadi Pion AS-Israel Melawan Iran: Kami Bukan Sewaan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
First Lady Irak Shanaz Ibrahim Ahmed Foto: X/@firstladyofiraq
zoom-in-whitePerbesar
First Lady Irak Shanaz Ibrahim Ahmed Foto: X/@firstladyofiraq

Masyarakat Kurdi yang tersebar di sejumlah kawasan menolak untuk diseret AS-Israel dalam perang melawan Iran. Salah satu penolakan datang dari First Lady Irak, Shanaz Ibrahim Ahmed.

“Biarkan orang Kurdi sendiri. Kami bukan senjata sewaan,” tegas Shanaz dalam pernyataan tertulis bertanggal 5 Maret 2026, yang diunggah di akun media sosialnya.

Sebelumnya, muncul kabar AS-Israel mendorong peran Kurdi dalam skenario anti-Iran. Bahkan disebut-sebut ribuan orang Kurdi Irak melewati jalur darat menuju Iran siap untuk bertempur.

Seseorang menunjuk ke halaman di situs web Flightradar 24 yang menunjukkan penerbangan sipil menghindari wilayah udara Iran dan Irak, di Paris pada 1 Maret 2026. Foto: ANNA KURTH/AFP

Adapun Shanaz adalah istri Presiden Abdul Latif Rashid. Ibu Negara Irak ini dikenal sebagai aktivis Kurdi terkemuka dari keluarga politik Kurdi yang berpengaruh, terkait dengan Partai Persatuan Patriotik Kurdistan (PUK).

Kurdi adalah kelompok etnis yang punya identitas budaya, bahasa, dan sejarah sendiri, tapi sampai sekarang belum punya negara merdeka yang diakui secara internasional.

Foto udara sisa-sisa desa Gary Qasruka yang terendam yang ditinggalkan 36 tahun lalu, yang muncul kembali karena kekeringan, di kota Dohuk, Irak utara, di wilayah otonomi Kurdi. Foto: Ismael ADNAN/AFP

Mereka termasuk rumpun bangsa Iran. Jumlah mereka sekitar 30–45 juta orang, tersebar di Timur Tengah dan diaspora di negara Barat.

Di Timteng, mereka menempati wilayah Kurdistan, daerah pegunungan historis yang mayoritas dihuni orang Kurdi.

Keberadaan mereka terbagi di empat negara utama tanpa status negara merdeka: Turki tenggara (Bakur, 14–15 juta orang), Iran barat laut (Rojhilat, 8–10 juta), Irak utara (Bashur, 5–7 juta, dengan otonomi tertinggi melalui Kurdistan Region Iraq), dan Suriah timur laut (Rojava, 2–3 juta).

Ada juga komunitas kecil di Armenia, Georgia, Lebanon, dan diaspora besar di Jerman (sekitar 850 ribu).

Pria Kurdi Irak menyiapkan obor untuk merayakan Hari Nowruz, sebuah festival yang menandai hari pertama musim semi dan tahun baru, di kota Akra di Kurdistan Irak, Duhok, Irak, 19 Maret 2023. Foto: Alaa Al-Marjani/Reuters

Menolak Jadi Proxy AS-Israel

Dalam pernyataannya, Shanaz menolak orang Kurdi (khususnya Kurdi Irak) dijadikan proxy atau pion oleh kekuatan besar, terutama AS dan Israel, dalam konflik perang melawan Iran.

Shanaz menekankan bahwa Kurdi sering "dikhianati" atau ditinggalkan setelah dimanfaatkan, seperti pada 1991 saat melawan Saddam Hussein dan saat melawan ISIS di Suriah.

Ilustrasi peta Iran dan Israel. Foto: Shutterstock

Berikut pernyataan lengkap Shanaz:

Biarkan Orang Kurdi Sendiri. Kami Bukan Senjata Sewaan

Sulaymaniyah, Irak – Pada 1991, orang Kurdi bangkit melawan rezim Saddam Hussein, hanya untuk ditinggalkan ketika prioritas berubah.

Tak seorang pun datang membela kami ketika rezim mengerahkan helikopter tempur dan tank untuk menghancurkan pemberontakan.

Kenangan itu tetap hidup dan terukir dalam pikiran kami. Hari ini, kami memperingati bab itu sebagai "Raparin" dan kami tidak melupakan apa yang diajarkannya kepada kami.

Baru-baru ini, kami melihat apa yang terjadi di Timur Laut Suriah, atau Rojava. Setelah semua janji yang dibuat, setelah orang Kurdi Suriah berdiri di garis depan perang melawan ISIS, kami menyaksikan bagaimana mereka diperlakukan.

Hari ini, orang Kurdi Irak akhirnya merasakan stabilitas dan martabat dalam hidup. Karena itu, sangat sulit, bahkan mustahil, bagi orang Kurdi untuk menerima diperlakukan sebagai pion oleh kekuatan super dunia.

Pengalaman ada di sana. Janji-janji kosong ada di sana. Terlalu sering, orang Kurdi hanya dikenang ketika kekuatan atau pengorbanan mereka dibutuhkan.

Untuk alasan itu, saya memohon kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik ini: Biarkan orang Kurdi sendiri. Kami bukan senjata sewaan.