Flyover Pesing Kebanjiran Saat Hujan Guyur Jakarta, Pemprov Ungkap Penyebabnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan melintasi jalan yang terendam banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Foto: Ika Maryani/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan melintasi jalan yang terendam banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Foto: Ika Maryani/ANTARA FOTO

Sejumlah warga mempertanyakan mengapa Flyover Pesing di Jakarta Barat bisa kebanjiran pada musim hujan belakangan ini. Padahal Flyover Pesing terletak di atas atau merupakan jalan layang.

Lalu apa penyebabnya jalan layang bisa kebanjiran? Pemprov DKI Jakarta memberi penjelasan.

"Sistem drainase di flyovernya," ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, dalam konferensi pers penanganan banjir Jakarta di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1).

Banjir di Flyover Pesing akibat drainase buruk itu segera ditangani. "Sudah dibantu oleh Dinas Bina Marga," imbuhnya.

Suasana di Flyover Pesing, Jakarta Barat saat tak hujan. Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Flyover Pesing membentang di atas sejumlah objek, seperti Jalan Daan Mogot, lintasan rel KRL, dan Kali Sekretaris.

Jalan layang ini menghubungkan wilayah Jakarta Barat bagian pusat (Grogol/Jelambar) dengan wilayah Jakarta Barat bagian barat (Cengkareng/Kalideres).

Flyover Pesing yang memiliki panjang 1,5 km ini dikenal sebagai salah satu titik paling padat dan rawan macet di Jakarta Barat.

Banjir di jalan Daan Mogot Jakarta Barat, Jumat (23/1/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Banjir di Jakbar Belum Surut

Hingga hari ini banjir di sejumlah titik di Jakarta Barat belum surut. Ika menjelaskan, tingginya muka air di Cengkareng Drain menjadi faktor utama yang membuat banjir di Jakarta Barat lama surutnya.

“Per hari ini Jakarta Barat yang belum turun, belum surut. Kenapa belum surut? Karena (pintu air) Cengkareng Drain tinggi muka airnya masih tinggi,” jelas Ika.

Kali Cengkareng Drain di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Tingginya muka air di Cengkareng Drain disebabkan oleh aliran dari sejumlah sungai, yakni Kali Angke dan Kali Pesanggrahan, serta kiriman air dari wilayah hulu. Kondisi tersebut diperparah dengan menunggu fase surutnya air laut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berikan keterangan pers terkait penanganan banjir di Jakarta usai rapat terbatas di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Jumat (23/1). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan

“Karena Kali Angke, Kali Pesanggrahan, dan dari hulu semuanya masuk ke Cengkareng Drain. Laut sudah mulai surut, kita sekarang sedang menunggu masa surut laut,” ujar Ika.

Untuk mengatasi banjir, Pemprov DKI mengerahkan seluruh sumber daya ke Jakarta Barat. Pompa stasioner maupun pompa mobile difokuskan ke wilayah tersebut, termasuk Flyover Pesing.

“Selain menggelontorkan air gravitasi langsung ke laut, kami sekarang kalau kemarin [Jakarta] Utara dan Pusat hari ini sudah kering, kami berpindah semua ke Jakarta Barat,” jelas Ika.

“Semua tenaga, alat, pompa, pompa mobile kami akan kami kerahkan ke Jakarta Barat pada hari ini, salah satunya memang Flyover Pesing,” imbuhnya.

X post embed