Fokus Pemerintah Kini Turunkan Kematian Corona, Kenaikan Tertinggi di Bali

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemakaman jenazah pasien corona di TPU Desa Bakalankrapyak, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (27/5/2021). Foto: Yusuf Nugroho/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pemakaman jenazah pasien corona di TPU Desa Bakalankrapyak, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (27/5/2021). Foto: Yusuf Nugroho/Antara Foto

Angka kematian akibat corona yang dilaporkan setiap pada beberapa hari terakhir masih berada di atas 500 kasus per hari. Pada hari ini saja, sebanyak 680 kasus kematian dilaporkan bertambah.

Padahal, kasus konfirmasi maupun kasus aktif nasional terus memperlihatkan tren penurunan. Hal ini tentu menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan lagi penanganan pandemi agar angka kematian dapat ditekan seminimal mungkin.

Untuk itu, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito, menyampaikan bahwa perlu adanya pendekatan khusus terkait upaya untuk menurunkan angka kematian.

Wiku juga menjelaskan beberapa hal yang menyebabkan kasus kematian ini masih terbilang tinggi, termasuk akibat minimnya fasilitas di rumah sakit maupun tidak adanya tempat isolasi terpusat.

"Kita memerlukan pendekatan khusus yang berfokus pada penurunan angka kematian. Kematian yang tinggi bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya rumah sakit yang penuh, alat alat yang tidak tersedia di rumah sakit rujukan, tidak adanya tempat isolasi terpusat, adanya tempat isolasi terpusat namun tidak dimanfaatkan dengan baik," ungkapnya dalam keterangan pers virtual, Kamis (2/9).

"Atau bisa karena penanganan warga yang terkena COVID-19 tidak dilakukan dengan sesegera mungkin karena tidak berjalannya fungsi posko atau Satgas di level kelurahan desa," sambungnya.

Sebelumnya, dia juga menjelaskan terkait perkembangan kasus kematian corona selama Agustus tersebut yang memang tidak memperlihatkan penurunan secara signifikan di hampir seluruh provinsi.

Bahkan, ada 16 provinsi yang mengalami kenaikan. Bali merupakan provinsi yang paling tinggi kenaikannya selama Agustus ini hingga mencapai 752 kasus.

"Masih ada 16 provinsi yang mengalami kenaikan kematian, di mana 5 provinsi yang mengalami kenaikan tertinggi diduduki oleh Bali yaitu naik 752, Sumatera Utara naik 610, Lampung naik 585, Kalimantan Selatan naik 51, dan Sulawesi tengah naik 470," pungkasnya.

Hari ini, kasus kematian masih bertambah lebih dari 500 kasus tepatnya 680. Total seluruhnya menjadi 134.456 kasus kematian.