Forum Media RI-China: Penting Kerja Sama Lebih Strategis Kedua Negara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perwakilan Media RI dan China dalam Indonesia-China Media Forum ke-2 yang berlangsung di Crowne Plaza Hotel, Beijing, pada Senin (2/9). Foto: Tiara Hasna/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Perwakilan Media RI dan China dalam Indonesia-China Media Forum ke-2 yang berlangsung di Crowne Plaza Hotel, Beijing, pada Senin (2/9). Foto: Tiara Hasna/kumparan

Forum Media Indonesia-China 2024 berlangsung di Crowne Hotel, Beijing pada Senin (2/9). Pertemuan tahun kedua ini menggarisbawahi tantangan di era baru serta pentingnya kerja sama strategis antara media dari kedua negara.

Ketua Forum Pemimpin Redaksi Indonesia sekaligus Pemimpin Redaksi kumparan, Arifin Asydhad, dalam sambutannya menekankan perlunya pemahaman yang lebih baik antara media Indonesia dan China untuk memperkuat hubungan bilateral.

“Penting bagaimana kami mendorong formula baru terkait banyaknya investasi dari China maupun investasi Indonesia ke China, bagaimana supaya informasi yang berkembang di publik itu lebih baik. Perlu ada kerja sama yang lebih strategis antara perusahaan-perusahaan China di Indonesia dengan media-media mainstream,” tegas Asydhad di hadapan perwakilan media Indonesia dan China.

Jika tidak ada kerja sama strategis terutama dari sisi komersial dan bisnis, menurutnya, informasi mengenai China di Indonesia pun sebaliknya tidak akan menjadi lebih baik.

Pemimpin Redaksi kumparan sekaligus Ketua Forum Pemimpin Redaksi Arifin Asydhad dalam Indonesia-China Media Forum ke-2 yang berlangsung di Crowne Plaza Hotel, Beijing, pada Senin (2/9/2024). Foto: Tiara Hasna/kumparan

Asydhad juga menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi media mainstream Indonesia terhadap perkembangan teknologi dan menghadapi persaingan media sosial.

“Media harus terus berinovasi untuk tetap relevan, dan peran pemerintah serta platform media sosial sangat penting dalam menciptakan ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan,” katanya menjelaskan tiga peran penting dalam memperbaiki eksistensi media saat ini.

Meskipun media di Indonesia dan China menghadapi tantangan serupa, Asydhad menjelaskan perbedaan dalam sistem politik dan struktur media menyebabkan perbedaan dalam peran dan fungsi media.

Media di Indonesia berfungsi sebagai pilar demokrasi, memberikan informasi yang akurat dan berfungsi sebagai kontrol sosial. Sementara di China, tantangan utama adalah mengatasi penyebaran hoaks dan informasi palsu di media sosial yang berkembang pesat.

Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, dalam Indonesia-China Media Forum ke-2 yang berlangsung di Crowne Plaza Hotel, Beijing, pada Senin (2/9). Foto: Tiara Hasna/kumparan

Dalam kesempatan itu, turut hadir Dubes RI untuk China, Djauhari Oratmangun. Ia pun memberikan sambutan dan menyampaikan pentingnya forum ini untuk memperkuat pilar sosial budaya dalam hubungan bilateral.

“Kalau pilar ketiga ini bagus, fondasinya kuat, itu juga akan berkontribusi pada proses pengambilan keputusan di pilar pertama politik keamanan dan meningkatkan kerja sama di pilar kedua pembangunan ekonomi,” katanya.

Ia mengapresiasi partisipasi pemimpin redaksi dari sembilan media besar Indonesia dalam forum ini serta berharap media China dapat lebih memahami Indonesia dan menyampaikan informasi yang akurat.

“Terima kasih kepada seluruh pemimpin redaksi media baik media TV maupun media cetak yang telah hadir di Beijing saat ini dan telah berkunjung ke beberapa kota lainnya. Next kita perlu juga membawa media-media China ke Indonesia untuk lebih memahami, lebih mengenal Indonesia dan membuat tulisan-tulisan yang menarik mengenai indonesia dan tentunya menyambut pemerintah baru di Indonesia nantinya,” tutur Djauhari kepada wartawan.

Pemimpin Redaksi kumparan sekaligus Ketua Forum Pemimpin Redaksi Arifin Asydhad dalam Indonesia-China Media Forum ke-2 yang berlangsung di Crowne Plaza Hotel, Beijing, pada Senin (2/9/2024). Foto: Tiara Hasna/kumparan

Dalam forum tersebut, berbagai perwakilan media dari kedua negara mendiskusikan peluang dan tantangan yang dihadapi media di era digital. Mereka juga membahas bagaimana teknologi mutakhir dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas pemberitaan dan kerja sama lintas negara.

Sembilan pemimpin redaksi media Indonesia bergantian memaparkan gagasannya dalam forum yang dibagi menjadi dua bagian. Ada juga penjelasan dari sejumlah perwakilan media China seperti Xinghua dan People’s Daily.

Sebagai penutup, Pemred The Jakarta Post Taufiqurrahman menegaskan harapan agar kerja sama antara media Indonesia dan China dapat terus berkembang, dengan fokus pada pertukaran konten, peningkatan kapasitas, dan penggunaan teknologi terbaru. Kerja sama strategis berkelanjutan ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan kedua negara dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.