Foto: Ahmad, Anak Korban Perang yang Bahagia dengan Kaki Palsu

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ahmad Sayed Rahman menari dengan kaki palsunya di rumah sakit Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Kabul. Foto: AFP/WAKIL KOHSAR
zoom-in-whitePerbesar
Ahmad Sayed Rahman menari dengan kaki palsunya di rumah sakit Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Kabul. Foto: AFP/WAKIL KOHSAR

Seorang anak bernama Ahmad Sayed Rahman berusia lima tahun asal Afghanistan menjadi perbincangan hangat setelah video tentang dirinya menari dengan kaki palsu yang di unggah di Twitter.

"Dia selalu menari dan menunjukkan kebahagiannya ketika memiliki kaki buatan" Kata ibunya Bibi Saera Raisa saat di wawancara wartawan.

Ahmad Sayed Rahman merupakan korban yang terperangkap bersama saudara perempuannya saat baku tembak yang terjadi di provinsi Longar yang berada selatan Kabul anatara Taliban dan tentara Afganistan.

Di Lansir AFP, Fisioterapi Rumah sakit Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Semeen Sarwari mengatakan Ahmad Sayed Rahman diamputasi kakinya ketika dia masih berusia delapan bulan.

Ahmad Sayed Rahman duduk di pangkuan ibunya, Bibi Saera Raisa. Foto: AFP/WAKIL KOHSAR
Ahmad Sayed Rahman duduk di bangku tanpa kaki palsu di sebelah ibunya Bibi Saera Raisa. Foto: AFP/WAKIL KOHSAR

Dengan pertumbuhannya yang cepat, Ahmad membutuhkan kaki palsu baru setiap tahun. Kaki palsu sekarang merupakan kali keempat yang digunakan Ahmad selama ia menjalani perawatan.

Semeen Sarawari juga mengatakan, Ahmad anak yang cepat beradaptasi dengan kaki palsu barunya. Bahkan dia tidak mau duduk ketika mendapat kaki palsu barunya.

"Dia anak- anak dan ingin bermain, Ahmad ingin memiliki kaki sehingga cepat beradaptasi," tambah Sarwari.

Bibi Saera Raisa, Ibunda Ahmad merasa senang ketika melihat Ahmad senang dan menari dengan kaki palsunya.

"Saya sangat bahagia untuknya karena dia menerima kaki buatan ini dan sekarang dia bisa mandiri," imbuhnya ketika melihat Ahmad menari.

Ahmad Sayed Rahman duduk di bangku tanpa kaki palsu di rumah sakit Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Kabul. Foto: AFP/WAKIL KOHSAR
Ahmad Sayed Rahman berjalan tanpa kaki palsu di rumah sakit Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Kabul. Foto: AFP/WAKIL KOHSAR
Ahmad Sayed Rahman duduk di lantai di rumah sakit Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Kabul. Foto: AFP/WAKIL KOHSAR
Ahmad Sayed Rahman terbaring di lantai dengan kaki palsunya di rumah sakit Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Kabul. Foto: AFP/WAKIL KOHSAR
Ahmad Sayed Rahman berdiri dengan kaki palsunya di rumah sakit Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Kabul. Foto: AFP/WAKIL KOHSAR
Ahmad Sayed Rahman menari dengan kaki palsunya di rumah sakit Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Kabul. Foto: AFP/WAKIL KOHSAR