News
·
26 Mei 2021 9:58
·
waktu baca 2 menit

Foto: Aksi Nelayan Bersih-bersih Botol Plastik di Sungai Nil, Mesir

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Foto: Aksi Nelayan Bersih-bersih Botol Plastik di Sungai Nil, Mesir (50950)
searchPerbesar
Mohamed Nasar, menggunakan kapalnya mengumpulkan sampah plastik dari sungai Nil di Giza, Mesir. Foto: Mohamed Abd El Ghany/REUTERS
Selama 17 tahun, Mohamed Nasar menghidupi keluarganya dengan memancing di Sungai Nil, di dekat tepi pulau kecil Al-Qursaya, Mesir.
ADVERTISEMENT
Namun, pria berusia 58 tahun itu bersama para nelayan lainnya mengalami penurunan pendapatan karena tangkapan ikan makin berkurang setiap tahunnya. Pasalnya Sungai Nil kini dicemari botol plastik dan limbah lainnya.
"Ikannya terperangkap botol, dan mereka mati," kata Nasar.
Foto: Aksi Nelayan Bersih-bersih Botol Plastik di Sungai Nil, Mesir (50951)
searchPerbesar
Mohamed Nasar, menggunakan kapalnya mengumpulkan sampah plastik dari sungai Nil di Giza, Mesir. Foto: Mohamed Abd El Ghany/REUTERS
Sebuah kelompok lingkungan lokal bernama VeryNile telah meminta para nelayan dengan perahu mereka untuk membantu mengumpulkan botol plastik dari Sungai Nil.
Inisiatif ini memberikan solusi berkelanjutan untuk membantu membersihkan Sungai Nil, sekaligus memberikan sumber pendapatan tambahan bagi nelayan seperti Nasar.
Foto: Aksi Nelayan Bersih-bersih Botol Plastik di Sungai Nil, Mesir (50952)
searchPerbesar
Mohamed Nasar, mengirimkan sampah plastik yang dikumpulkan dari sungai Nil ke pabrik daur ulang di Giza, Mesir. Foto: Mohamed Abd El Ghany/REUTERS
"Pekerjaan ini sedikit membantu kami. Kami datang dan mengumpulkan sekitar 10 hingga 15 kilogram, kami mendapatkan sekitar 12 EGP (USD 0,78) atau sekitar Rp 10 ribu per kilogram," kata Nasar.
Nasar, yang setiap hari menghasilkan sekitar 100 EGP atau Rp 91 ribu dari enam jam memancing, kini memperoleh hingga 200 EGP atau sekitar Rp 182 ribu dari tambahan mengumpulkan botol plastik.
Foto: Aksi Nelayan Bersih-bersih Botol Plastik di Sungai Nil, Mesir (50953)
searchPerbesar
Mohamed Nasar, menggunakan kapalnya mengumpulkan sampah plastik dari sungai Nil di Giza, Mesir. Foto: Mohamed Abd El Ghany/REUTERS
Nelayan lainnya, Saeed Hassanein, mengatakan air Sungai Nil yang lebih bersih berarti lebih banyak ikan.
ADVERTISEMENT
“Di satu sisi sungai Nil lebih bersih, dan di sisi lain nelayan kini memiliki lebih dari satu sumber pendapatan,” ujarnya.
Dengan bantuan lebih dari 40 nelayan, VeryNile selama setahun terakhir mengumpulkan sekitar 18 ton botol plastik, yang sebagian besar dijual ke pendaur ulang.
***