Foto: Aktivis Kibarkan Bendera Ukraina dan Tolak Kehadiran Rusia di Venesia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Puluhan aktivis kelompok seni anti-Kremlin Pussy Riot menggelar aksi demonstrasi di Venesia, Kamis (7/5), untuk memprotes kehadiran Rusia dalam ajang Biennale Venesia.

Dalam aksi tersebut, para aktivis yang sebagian besar mengenakan balaclava merah muda meneriakkan “Tidak ada Putin di Venesia”.

Dikutip dari Reuters, Kantor berita Ansa melaporkan, massa sempat dihentikan aparat kepolisian di dekat Lapangan Santo Markus sebelum diarahkan menuju markas yayasan Biennale, tempat mereka menyalakan suar berwarna biru dan kuning, warna bendera Ukraina.

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sehari sebelumnya, Rabu (6/5), ketika anggota kolektif feminis tersebut berhasil mencapai paviliun Rusia di kawasan Biennale Gardens dan menyalakan suar sebagai bentuk penolakan terhadap partisipasi Moskow.

Kontroversi muncul setelah pada awal Maret diumumkan bahwa Rusia akan kembali berpartisipasi dalam Biennale untuk pertama kalinya sejak invasi ke Ukraina pada 2022. Keputusan itu menuai kritik dari pemerintah Italia dan Uni Eropa.

Ketua Biennale, Pietrangelo Buttafuoco, membela keputusan tersebut dengan menyatakan bahwa seni harus tetap menjadi ruang netral untuk dialog tanpa sensor.

Pameran seni internasional yang telah berlangsung sejak 1895 itu dijadwalkan dibuka pada Sabtu (9/5) dan berlangsung hingga November. Sekitar 100 negara dipastikan ambil bagian dalam edisi tahun ini, termasuk tujuh negara yang tampil untuk pertama kalinya. Sementara itu, paviliun Rusia hanya akan dibuka hingga Jumat (8/5) dalam rangkaian pratinjau pers selama empat hari.

Para demonstran dari kelompok Pussy Riot menggelar protes di Pameran Seni Internasional Biennale Venesia, di Venesia, Italia, 7 Mei 2026. Foto: Reuters/Manuel Silvestri