News
·
12 April 2017 9:45

FOTO: Anak Punk Saleh di Bandung, Kegiatannya Konser dan Mengaji

Konten ini diproduksi oleh kumparan
FOTO: Anak Punk Saleh di Bandung, Kegiatannya Konser dan Mengaji (89695)
Punk Muslim. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Bergajulan, urakan, kehidupan yang bebas dan alkohol, kiranya itulah hal-hal yang terlintas jika mendengar kata "anak punk". Namun ternyata stereotip itu terbantahkan jika melihat gerombolan anak-anak punk di Bandung, Jawa Barat, ini.
ADVERTISEMENT
FOTO: Anak Punk Saleh di Bandung, Kegiatannya Konser dan Mengaji (89696)
Punk Muslim. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Di Bandung, anak-anak punk tidak hanya mengisi kegiatan mereka dengan konser, namun juga pengajian. Konsernya pun diwarnai dengan seruan-seruan keislaman, seperti yang diabadikan dalam foto-foto dan berita Reuters, Selasa (11/4).
FOTO: Anak Punk Saleh di Bandung, Kegiatannya Konser dan Mengaji (89697)
Punk Muslim. (Foto: Reuters/Beawiharta)
"Nabi Muhammad forever!!" teriak seorang penyanyi band punk dalam sebuah konser luar ruangan itu. Ratusan anak-anak punk ini adalah bagian dari komunitas "Punk Muslim". Anggotanya tersebar di Jakarta, Surabaya dan Bandung.
FOTO: Anak Punk Saleh di Bandung, Kegiatannya Konser dan Mengaji (89698)
Punk Muslim. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Penampilan mereka masih mencirikan punk yang anti-kemapanan, layaknya anak-anak punk di seluruh dunia: jeans ketat, sepatu boot, jaket kulit dan rambut mohawk.
FOTO: Anak Punk Saleh di Bandung, Kegiatannya Konser dan Mengaji (89699)
Punk Muslim. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Namun lagu-lagunya menyuarakan nilai-nilai keislaman, pembebasan Palestina, dan masalah-masalah sosial lainnya yang dihadapi oleh komunitas Muslim global.
FOTO: Anak Punk Saleh di Bandung, Kegiatannya Konser dan Mengaji (89700)
Punk Muslim. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Setiap kali selesai konser, mereka salat berjemaah, mengaji Al-Quran dan mendengarkan tausiyah di masjid.
ADVERTISEMENT
FOTO: Anak Punk Saleh di Bandung, Kegiatannya Konser dan Mengaji (89701)
Punk Muslim. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Ahmad Zaki, salah satu pendiri gerakan Punk Muslim, mengaku ingin mengubah citra punk yang identik dengan "kelakuan buruk."
"Kami bisa mengubah diri sendiri menjadi lebih baik, lebih positif," kata dia.
FOTO: Anak Punk Saleh di Bandung, Kegiatannya Konser dan Mengaji (89702)
Punk Muslim. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Kebanyakan anggota Punk Muslim adalah bekas pengamen jalanan. Kehidupan mereka mulai berubah sejak bergabung dengan gerakan ini.
FOTO: Anak Punk Saleh di Bandung, Kegiatannya Konser dan Mengaji (89703)
Punk Muslim. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Salah satunya adalah Reza Purnama, yang mengaku tidak pernah menenggak minuman keras lagi dan membuat band yang memiliki lagu-lagu bernada positif.
"Orang-orang tidak lagi melihat kami rendah," kata Reza.
FOTO: Anak Punk Saleh di Bandung, Kegiatannya Konser dan Mengaji (89704)
Punk Muslim. (Foto: Reuters/Beawiharta)