Foto: Biksu Buddha di Myanmar Jadikan Biara Tempat Perlindungan Ular

16 Desember 2020 8:24 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Seekor ular piton Burma yang diselamatkan terlihat di atas patung Buddha di sebuah biara yang telah berubah menjadi tempat perlindungan ular di pinggiran Yangon, Myanmar. Foto: Shwe Paw Mya Tin/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seekor ular piton Burma yang diselamatkan terlihat di atas patung Buddha di sebuah biara yang telah berubah menjadi tempat perlindungan ular di pinggiran Yangon, Myanmar. Foto: Shwe Paw Mya Tin/REUTERS
ADVERTISEMENT
Dengan lembut membelai punggung ular piton Burma yang besar, biksu Buddha Wilatha mencoba berperan dalam menyelamatkan sejumlah ular yang mungkin akan dibunuh atau untuk dijual di pasar gelap.
ADVERTISEMENT
Biksu berusia 69 tahun itu telah menciptakan perlindungan bagi ular mulai dari ular piton, ular berbisa, hingga ular kobra di biara Seikta Thukha TetOo di pinggiran Yangon, Myanmar.
Seekor ular piton Burma yang diselamatkan mengintip dari jubah biksu di sebuah biara yang telah berubah menjadi tempat perlindungan ular di pinggiran Yangon, Myanmar. Foto: Shwe Paw Mya Tin/REUTERS
Sejak memulai perlindungan lima tahun lalu, warga, instansi pemerintah, termasuk pemadam kebakaran, telah membawa ular hasil tangkapan dan memberikan kepada biksu Buddha Wilatha.
Begitu orang menangkap ular, kemungkinan besar mereka akan berusaha mencari pembeli," kata Wilatha.
Biksu Buddha Wilatha juga mengatakan, memiliki tempat perlindungan di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha. Orang dapat memperoleh 'pahala' dengan memberikan ular kepada seorang biksu daripada membunuh atau menjualnya.
Biksu Buddha Wilatha memegang ular piton Burma yang diselamatkan di biaranya yang telah berubah menjadi suaka ular di pinggiran Yangon, Myanmar. Foto: Shwe Paw Mya Tin/REUTERS
Bergantung pada sumbangan sekitar USD 300 atau sekitar Rp 4,2 juta sebulan yang dibutuhkan untuk memberi makan ular, Wilatha hanya menyimpannya sampai dia merasa siap untuk kembali ke alam liar.
ADVERTISEMENT
Selama rilis baru-baru ini di Taman Nasional Hlawga, dia mengatakan senang melihat mereka merayap menuju kebebasan tetapi khawatir jika mereka ditangkap lagi.
"Mereka akan dijual ke pasar gelap jika ditangkap oleh orang jahat," katanya.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.