kumparan
12 Juni 2019 13:40

Foto: Dilema Petani Gandum di Tengah Perselisihan di Suriah

Gandum di Kurdi
Para petani berupaya untuk memadamkan api yang berada di ladang gandumnya, Kurdi. Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN
Kelompok petani gandum yang berasal di timur laut Suriah harus berjuang terhadap dua otoritas yang saling berselisih, yaitu antara pemerintah Kurdi dan rezim pemerintah Suriah.
ADVERTISEMENT
Kedua pihak yang sedang berseteru itu sangat bergantung dengan roti sebagai makanan pokok untuk bertahan hidup di tengah perang saudara.
Para petani di bawah tekanan ketika kedua kubu tersebut menawarkan harga gandum di ladangya.
Rezim Damaskus menawarkan harga yang lebih baik, namun gandum tersebut tidak bisa dijual keluar wilayah Kurdi, karena ladang tersebut masih dalam wilayah pemerintah Kurdi.
Kurdi ingin mempertahankan hasil ladang gandumnya karena produksi gandum tidak cukup untuk memberi makan pada wilayah tersebut.
Namun pada akhirnya, para petani gandum perlu mendapatkan keuntungan dengan menjual gandum kepada pihak yang menawarkan penawar yang tertinggi, demi menebus hasil panen yang buruk pada tahun-tahun sebelumnya.
Gandum di Kurdi
Ladang gandum di Kurdi Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN
Gandum di Kurdi
Seorang petani berupaya untuk memadamkan api yang berada di ladang gandumnya, Kurdi. Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN
Gandum di Kurdi
Para petani berupaya untuk memadamkan api yang berada di ladang gandumnya, Kurdi. Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN
Gandum di Kurdi
Para petani berupaya untuk memadamkan api yang berada di ladang gandumnya, Kurdi. Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN
Gandum di Kurdi
Lahan gandum di Kurdi. Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN
Gandum di Kurdi
Hasil gandum para petani di Kurdi. Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan