Foto Doni Monardo Saat Berpangkat Mayor

Letjen Doni Monardo yang menjadi Kepala Gugus Tugas COVID-19 menjadi salah satu pejabat yang sering muncul ke publik. Tapi, bagaimana tampang Doni saat masih muda?
Kalau saja virus corona tidak menghantui Indonesia, buku "Secangkir Kopi di Bawah Pohon-Kiprah Doni Menjaga Alam" yang memuat foto-foto Doni sudah diluncurkan Maret 2020. Peluncuran buku kenangan itu tertunda lantaran Doni Monardo dan Egy Massadiah harus berjibaku memerangi corona lewat Satgas COVID-19.
Kedua pria itu menjadi sepasang sahabat sejak lama. Bahkan pertemanan mereka sudah terjalin ketika Doni masih berpangkat Mayor TNI, belum Letnan Jenderal seperti sekarang, belum menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Memori Egy pun terlempar jauh, mengenang foto-foto lawas yang tiba-tiba bermunculan di media sosial dan mesin pencarian Google.
Salah satu pegiat teater nasional yang juga wartawan senior ini mengisahkan, foto itu diambil sekitar April atau Mei tahun 1998 di Lapangan Tembak Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Doni Monardo memang sangat gemar menembak dan bela diri.
Selain Doni, dalam foto itu, ada Letnan Inf Mohammad Hasan. Kini, Hasan sudah berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI dan menjabat Wadanjen Kopassus.
Ada pula Mayor Inf Made Agra. Pangkat terakhirnya kini Mayor Jenderal TNI, lulusan AMN tahun 1985, seangkatan dengan Doni Monardo.
Perjalanan karier yang berbeda tak membuat Doni dan Egy kehilangan kontak. Baik saat Doni bertugas di Singaraja-Bali, Serang-Banten, Kariango, Ambon, sampai Bandung. Doni Monardo berkiprah sebagai prajurit—berpindah-pindah tempat tugas.
Sepanjang kariernya, Doni pernah berada di jajaran Komando Pasukan Khusus (Kopassus), lalu Batalyon Raider di Bali, bahkan menjadi Paspampres. Doni juga sempat bertugas di Aceh, di Kostrad, Sulawesi Selatan, Danrem 061 Surya Kencana Bogor, Panglima Kodam (Pangdam) XVI Pattimura, hingga Pangdam III Siliwangi, sampai akhirnya ditarik Presiden Jokowi menjadi Kepala BNPB pada 9 Januari 2019.
Demikian pula Egy yang juga sibuk dengan kariernya; menjadi wartawan senior, mencintai sastra dan giat menulis buku, aktif di Teater Mandiri pimpinan Putu Wijaya, bermain film, hingga memproduksi film layar lebar. Meski, Egy juga sempat juga menjajal dunia politik dan merambah dunia bisnis.
“Komunikasi lewat telepon, kemudian [saat] musim Blackberry, musim SMS, sampai WA tidak pernah terputus. Dan foto-foto itu kini menjadi sarat makna,” tutur Egy.
Kini, keduanya kembali dipertemukan di BNPB. Egy diminta mendampingi Doni sebagai Tenaga Ahli bidang Media. Ketika Doni ditunjuk menjadi Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Egy masuk pula sebagai anggota Satgas.
Di Gugus Tugas COVID-19, Egy dan Doni harus melakukan sosialisasi, edukasi, dan mitigasi corona. Mereka juga wajib melacak, merawat, mengobati, hingga merehabilitasi masyarakat.
---
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
