Foto: Jokowi Tinjau dan Tanam Pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis IKN
·waktu baca 4 menit

Presiden Jokowi memantau pembangunan miniatur hutan hujan tropis di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara seluas 96 hektare, Rabu (20/12/2023).
Keberadaan miniatur hutan hujan tropis ini dalam rangka mendukung pemerintah mengimplementasikan strategi Otorita IKN sebagai Net Zero City pada 2045.
Miniatur hutan hujan tropis ini diinisiasi PT Tirta Investama bekerja sama dengan Universitas Mulawarman yang didukung PT Indo Tambangraya Megah dan PT Multi Harapan Utama. Lalu, pembangunan fasilitas pengelolaan sampah TPS3R Sampahku Tanggung Jawabku (Samtaku) untuk mendukung kelestarian alam di kawasan ini.
Inisiatif ini ditandai dengan penanaman pohon bersama yang dilakukan Presiden Jokowi, Menteri LHK Siti Nurbaya, Mensesneg Pratikno, Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, Kurator Infrastruktur IKN Ridwan Kamil, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, bersama Direksi PT Tirta Investama, Vera Galuh Sugijanto.
PT Tirta Investama sebagai salah satu mitra strategis pemerintah Indonesia dalam upaya memecahkan tantangan perubahan iklim melalui berbagai inisiatif konservasi alam, penanggulangan sampah, memiliki kesamaan visi untuk menjaga keberlanjutan alam.
Sejumlah upaya yang dilakukan PT Tirta Investama dalam mendukung Otorita IKN dalam mewujudkan IKN Nusantara sebagai Net Zero City di 2045, sejalan dengan strategi yang tertuang dalam Regionally and Locally Determined Contributions (RLDC), khususnya pilar Forestry and Other Land Uses (FOLU) dan Waste Management.
Miniatur Hutan Hujan Tropis Nusantara (MHHT) hasil kolaborasi Otorita IKN, PT Tirta Investama dan para mitra ini terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP).
“Dari 256 ribu hektare area yang akan dibangun untuk IKN, sebetulnya hanya 25 persen atau sekitar 160 ribu hektare yang akan kita bangun menjadi kota, sisanya 65 persen adalah hutan hujan tropis, yang merupakan kombinasi dari kota yang inklusif, hijau, dengan ketahanan atau resilience yang tinggi," ujar Kepala Otorita IKN Bambang Susantono.
"Pembangunan IKN kali ini dilakukan dengan perencanaan dan konsep yang matang untuk reforestasi atau pengembalian fungsi hutan. Pembangunan ini akan selaras dengan pembangunan kota hijau sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.” ujarnya.
Kolaborasi antara Otorita IKN dan PT Tirta Investama diharapkan tidak hanya menjadikan Nusantara sebagai kota hijau, namun juga sebagai kota model untuk masa depan yang berkelanjutan.
PT Tirta Investama percaya dengan visi bersama dapat bersama-sama menjaga keberlanjutan lingkungan sambil memastikan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan peta jalan perusahaan untuk dapat menghadirkan dampak positif melalui tiga pilar, yaitu kesehatan, lingkungan, karyawan, dan masyarakat.
“Keterlibatan PT Tirta Investama dalam melakukan upaya reforestasi, menjadikan kami sebagai perusahaan FMCG pertama dan satu-satunya yang turut aktif dalam merealisasikan ambisi Net Zero City Nusantara 2045," jelas Direksi PT Tirta Investama Vera Galuh Sugijanto.
"Hal ini sejalan dengan ambisi pemerintah Indonesia untuk mencapai target nol emisi karbon pada 2060. Sejalan dengan strategi keberlanjutan perusahaan di mana kami berkomitmen untuk menghadirkan kesehatan melalui produk berkualitas sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Vera.
Pada 2024, pembangunan IKN bertujuan untuk menjadi kota yang bersih, berketahanan iklim, berkelanjutan, dan layak huni, Nusantara akan selaras dengan upaya Indonesia untuk memitigasi dan beradaptasi dengan perubahan iklim sebagaimana tercantum dalam kontribusi nasional yang ditetapkan secara nasional yang ditingkatkan di bawah Perjanjian Paris.
Saat ini tutupan lahan KIPP didominasi Eucalyptus pelita sebagai komoditas utama hutan tanaman industri yang ditebang tiap 6-7 tahun dan menjadikannya hutan homogen dengan keragaman hayati rendah.
Melalui pengembangan MHHT Nusantara, maka akan dikembangkan metode silvikultur atau bentuk manajemen hutan yang berfokus pada pengelolaan pertumbuhan dan produksi hutan dengan pendekatan ilmiah sehingga dapat membentuk hutan alam bertipe hutan hujan tropis.
Silvikultur melibatkan serangkaian tindakan yang direncanakan dan diorganisir untuk memanfaatkan hutan secara berkelanjutan, termasuk pemilihan, penanaman, perawatan, dan regenerasi pohon. Kawasan MHHT nantinya akan memiliki 109 spesies pohon khas ekosistem hutan hujan tropis dengan keragaman hayati yang tinggi.
Selain itu, kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas edukasi dengan mengusung konsep edu-ekowisata melalui rumah galeri yaitu sebuah fasilitas edukasi utama kawasan MHHT Nusantara yang berisi informasi jenis pohon yang ditanam, pola tanam serta produk olahannya; area persemaian yang merupakan tempat dilakukan pembibitan sebelum dipindahkan ke lahan tanam, serta area adopsi pohon serta camping ground.
“Melalui inisiatif ini, kami berharap dapat mempercepat terjadinya suksesi alami yang akan membentuk ekosistem dengan keragaman hayati tinggi, untuk kemudian menjadi model hutan hujan tropis yang dapat direplikasi secara luas di wilayah IKN,” tutup Vera.
