Foto: Jurnalis Gelar Aksi Kenang Rekan Seprofesi yang Gugur di Zona Perang
Para jurnalis Palestina dan pejabat lokal berkumpul di sekitar peti mati yang menjadi simbolis serta potret para pekerja media yang tewas akibat serangan dari Israel, dalam sebuah aksi yang digelar di Ramallah, Tepi Barat, Palestina, Rabu (8/10/2025).
Aksi hening tersebut diinisiasi oleh Sindikat Jurnalis Palestina sebagai bentuk penghormatan bagi para pewarta yang kehilangan nyawa saat menjalankan tugas peliputan di wilayah konflik. Sejumlah peserta membawa kamera, mikrofon, dan rompi bertuliskan press yang menjadi simbol keberanian sekaligus pengingat bahwa profesi jurnalis kerap menjadi saksi pertama sekaligus korban di tengah perang yang berkecamuk.
Kegiatan ini juga digelar untuk memperingati dua tahun perang Gaza, yang pecah sejak 7 Oktober 2023. Dalam kurun waktu tersebut, dunia mencatat penderitaan panjang warga sipil dan meningkatnya jumlah korban dari kalangan jurnalis.
Menurut data Committee to Protect Journalists (CPJ), sejak awal konflik hingga kini, sebanyak 237 jurnalis tewas, 152 lainnya terluka, dan 92 orang dipenjara di berbagai wilayah, termasuk Gaza, Yaman, Lebanon, Iran, dan Israel. Angka tersebut menjadikan konflik Israel-Palestina sebagai salah satu yang paling mematikan bagi pekerja media dalam dua dekade terakhir.
Bagi para jurnalis Palestina, aksi ini bukan sekadar mengenang, tetapi juga seruan kepada dunia agar menjamin perlindungan terhadap jurnalis di zona perang. Mereka berharap, kebebasan pers tetap dijaga dan keberanian para jurnalis yang gugur menjadi pengingat bahwa kebenaran sering kali diperjuangkan dengan nyawa.
