Foto: Kemarau Keringkan Waduk Utama, Filipina Dibayangi Krisis Air

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Permukaan air Bendungan Angat di Provinsi Bulacan, Filipina, mengalami penyusutan saat musim kemarau pada Rabu (15/7).

Bendungan Angat merupakan pemasok lebih dari 90 persen kebutuhan air domestik Metro Manila dan juga menyediakan air irigasi dan tenaga air.

Dikutip dari Reuters, menurut Badan Meteorologi, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA), permukaan air berada di sekitar 155 meter di atas permukaan laut, turun di bawah ambang batas kritis 160 meter dan jauh di bawah level operasi normalnya.

PAGASA menyatakan bahwa El Niño lemah hingga sedang terus berlanjut di Pasifik tropis dan diperkirakan akan meningkat menjadi peristiwa yang sangat kuat pada kuartal terakhir tahun 2026.

Keadaan ini membuat mata pencaharian masyarakat yang tinggal di sekitar waduk semakin sulit.

Sebagian besar penduduk di daerah tersebut termasuk dalam komunitas adat Dumagat merupakan nelayan. Kondisi kekeringan yang berkepanjangan telah mengganggu mata pencaharian mereka.

Foto udara menunjukkan Bendungan Angat yang surut selama musim kemarau i provinsi Bulacan, Filipina, Rabu (15/7/2026). Foto: Adrian Portugal/REUTERS