Foto: Kemarau Makin Kering, Sawah di Bogor Mulai Kehilangan Air

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Persawahan di Desa Wening Galih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai mengering akibat musim kemarau, sementara sumber air yang tersisa dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Jumat (28/8/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung memprediksi puncak musim kemarau akibat fenomena El Nino di Jawa Barat terjadi pada awal September hingga Oktober 2026.

Dikutip dari Antara, kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga memasuki November 2026, sebelum berangsur berakhir.

Fenomena El Nino berpotensi memperpanjang periode kering dan mengurangi ketersediaan air, terutama di wilayah yang bergantung pada sumber air permukaan untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertanian.

Dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor, dengan pemerintah daerah menyalurkan bantuan air bersih yang diperkirakan mencapai 7 hingga 9 juta liter.

Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah yang disebut mengalami dampak cukup berat menjelang puncak kemarau.

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah memastikan ketersediaan cadangan air bersih bagi masyarakat serta mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan pertanian karena kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Foto udara persawahan yang kering terdampak musim kemarau di Desa Wening Galih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO