Foto: Kerukunan Beragama di Pinggir Bekasi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Kampung Sawah, Bekasi. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Kampung Sawah, Bekasi. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Berjarak sekitar 4 km dari perbatasan Jakarta Timur-Bekasi, tiga rumah ibadah berbeda agama berdiri megah berdampingan. Ketiga rumah ibadah tersebut adalah Masjid Agung Al-Jauhar Yasfi, Gereja Kristen Pasundan, dan Gereja Katolik Santo Servatius. Jalan Raya Kampung Sawah menjadi benang merah yang menghubungkan ketiganya.

Kampung Sawah merupakan suatu daerah yang meliputi Kelurahan Jati Murni dan Jati Melati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Di tengah isu agama yang sensitif belakangan ini, Kampung Sawah menjadi oase yang menyejukkan. Semua warga saling menghormati kepercayaan masing-masing tanpa harus curiga satu sama lain.

Kampung Sawah masih menjunjung tinggi adat Betawi. Hal itu dicerminkan oleh jemaat Gereja Katolik Santo Servatius dengan mengenakan pakaian khas Betawi setiap kegiatan keagamaan.

Suasana Gereja Katolik Santo Servatius, Kampung Sawah, Bekasi. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Gereja Katolik Santo Servatius, Kampung Sawah, Bekasi. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Suasana Gereja Katolik Santo Servatius, Kampung Sawah, Bekasi. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Gereja Katolik Santo Servatius, Kampung Sawah, Bekasi. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Warga melintas di depan mural bertema keberagaman umat beragama. (Foto:  ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
zoom-in-whitePerbesar
Warga melintas di depan mural bertema keberagaman umat beragama. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Suasana di Kampung Sawah, Bekasi. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Kampung Sawah, Bekasi. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Simbol salib menjadi latar belakang rombongan umat Muslim saat memasuki halaman Masjid Agung Al-Jauhar Yasfi. Begitu juga lonceng gereja yang kerap berdentang bersamaan dengan suara azan.

Setiap Hari Raya Natal tiba, halaman Masjid selalu dipenuhi oleh parkir kendaraan umat Kristen. Begitu pun sebaliknya, saat hari-hari besar agama Islam, dua halaman gereja di sampingnya siap menampung parkir kendaraan.

Tidak hanya berbagi fasilitas, kerukunan juga dicerminkan oleh warga Kampung Sawah dengan saling membantu saat hari raya. Pemuda lintas agama juga membentuk komunitas bernama SKS yang merupakan akronim dari Suara Kampung Sawah.

Richardus Jacobus Napiun, tokoh masyarakat Kampung Sawah yang beragama Katolik. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Richardus Jacobus Napiun, tokoh masyarakat Kampung Sawah yang beragama Katolik. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Suasana Gereja Katolik Santo Servatius, Kampung Sawah, Bekasi. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Gereja Katolik Santo Servatius, Kampung Sawah, Bekasi. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Aroh, warga Kampung Sawah yang memiliki suami beda agama. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Aroh, warga Kampung Sawah yang memiliki suami beda agama. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Nilai-nilai keberagaman di Kampung Sawah telah mengakar dalam budaya dan tradisi penduduknya. Bahkan, ada satu keluarga yang masing-masing anggota keluarganya berbeda agama. Karde Napiun (76), si kepala keluarga beragama Katolik, istrinya Aroh (70) menganut agama Islam. Delapan anaknya terbagi antara keduanya. Sampai saat ini, keluarga mereka tetap rukun dan saling menghormati agama masing-masing.

Kampung Sawah menjadi contoh baik untuk Indonesia dan perlu dijaga keharmonisannya.

Suasana Gereja Katolik Santo Servatius, Kampung Sawah, Bekasi. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Gereja Katolik Santo Servatius, Kampung Sawah, Bekasi. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

Simak konten spesial selengkapnya tentang kehidupan warga Kampung Sawah dengan follow topik Toleransi di Kampung Sawah