Foto: Kerusakan Lingkungan Picu Banjir Bandang di Flores, NTT

Tumpukan kayu-kayu terlihat menyumbat dan merusak salah satu jembatan penghubung antardesa di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/4).
Menurut Organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), banjir bandang dan tanah longsor yang melanda di sejumlah wilayah di NTT dipicu kerusakan lingkungan.
Kerusakan lingkungan tersebut meliputi alih fungsi lahan, pertambangan, dan pembalakan liar.
Banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Flores Timur, NTT, pada Minggu (4/3) dini hari pada pukul 10.00 WITA.
Banjir bandang membuat puluhan rumah warga tertimbun lumpur hingga hanyut serta jembatan terputus.
Per 7 April pukul 14.00 WIB, total meninggal 124 orang, 74 orang hilang, 129 orang luka-luka, 13.230 orang mengungsi, dan 15 kota dan kabupaten terdampak.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
