Foto: Kondisi Jemaah Indonesia di Maktab Jelang Wukuf di Arafah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Jemaah haji akan segera memasuki puncak dari ibadah haji yaitu wukuf di Arafah. Sebelum wukuf di Arafah, para jemaah akan ditempatkan di Maktab.

Jemaah haji Indonesia akan menempati 1.169 tenda yang terbagi dalam 73 maktab atau markaz. Setiap maktab akan disiapkan 10 bus yang akan membawa jemaah dari Arafah.

Jelang wukuf, para jemaah tampak sudah bersiap di Maktab dengan mengenakan kain ihram untuk melaksanakan wukuf.

Sebelum melaksanakan salah satu rukun haji tersebut, para jemaah yang kondisi kesehatannya tidak terlalu baik mendapat perawatan di pos kesehatan yang disediakan.

Arafah merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa baik dari aspek tempat maupun waktu, yaitu saat wukuf di tanggal 9 Zulhijah. Para jemaah juga melakukan ibadah sunah sebelum wukuf seperti salat sunah, berdzikir, hingga membaca Al-Quran.

Kondisi maktab jemaah RI jelang wukuf di Arafah, Sabtu (15/6). Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Konsultan ibadah haji Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Homaidi, menjelaskan jemaah bisa memulai dengan melakukan sunah ihram, seperti potong kuku, membersihkan rambut ketiak, kemudian mandi, pakai parfum di badan, dan selanjutnya menggunakan kain ihram.

Jemaah laki-laki, menggunakan dua lembar kain ihram, satu lembar sebagai sarung sedangkan satu lembar lainnya sebagai selendang. Sedangkan perempuan menggunakan pakaian biasa menutup aurat selain wajah dan telapak tangan.

Homaidi mengatakan bagi yang tidak haid agar melakukan salat sunah ihram.

Setelah itu niat haji dimulai dengan membaca “labbaikallahumma hajjan”, kemudian berlaku larangan ihram.

Terkait miqat, Homaidi menyebut bisa dimulai dari Makkah karena miqat haji bagi orang Indonesia yang sudah tinggal di Makkah adalah tanah haram.