Foto: Lima Tahun Hilang, Gajah Liar Betina Berhasil Ditemukan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pawang gajah (mahout) dan petugas Balai Konservasi Sumber Data Alam (BKSDA) Aceh (kanan) menarik seekor gajah liar betina (tengah) yang berhasil ditangkap di Desa Tangga Besi, Kota Subulussalam, Aceh, Sabtu (8/12/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Iirwansyah Putra)
zoom-in-whitePerbesar
Pawang gajah (mahout) dan petugas Balai Konservasi Sumber Data Alam (BKSDA) Aceh (kanan) menarik seekor gajah liar betina (tengah) yang berhasil ditangkap di Desa Tangga Besi, Kota Subulussalam, Aceh, Sabtu (8/12/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Iirwansyah Putra)

Seekor gajah liar betina berhasil ditangkap oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Aceh di Desa tangga Besi, Kota Subulussalam, Aceh, Sabtu (8/12). Penangkapan gajah liar ini juga dibantu oleh beberapa lembaga peduli lingkungan.

Gajah liar betina berusia 20 tahun ini hilang dari kawanannya atau terjebak di kawasan perkebunan sawit sejak lima tahun terakhir. Nantinya gajah liar betina yang ditangkap ini akan dipindahkan ke habitatnya (translokasi) yaitu hutan lindung perbatasan Kabupaten Aceh dan Kota Subulussalam.

Penangkapan yang dimulai pada 6 desember 2018 dibantu oleh gajah jinak PLG Saree yang ditunggangi pawang (mahout) untuk memudahkan penangkapan dan pemindahan gajah liar betina tersebut.

Pawang gajah (mahout) dari Balai Konservasi Sumber Data Alam (BKSDA) Aceh (kiri) menyiapkan pemindahan seekor gajah liar betina (kanan) yang berhasil ditangkap di Desa Tangga Besi, Kota Subulussalam, Aceh, Sabtu (8/12/18). (Foto: ANTARA FOTO/Iirwansyah Putra)
zoom-in-whitePerbesar
Pawang gajah (mahout) dari Balai Konservasi Sumber Data Alam (BKSDA) Aceh (kiri) menyiapkan pemindahan seekor gajah liar betina (kanan) yang berhasil ditangkap di Desa Tangga Besi, Kota Subulussalam, Aceh, Sabtu (8/12/18). (Foto: ANTARA FOTO/Iirwansyah Putra)

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Acehmenaikkan seekor gajah liar ke atas truk untuk dipindahkan ke habitatnya (translokasi) di Kota Subulussalam, Aceh, Minggu (9/12/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Iirwansyah Putra)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Acehmenaikkan seekor gajah liar ke atas truk untuk dipindahkan ke habitatnya (translokasi) di Kota Subulussalam, Aceh, Minggu (9/12/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Iirwansyah Putra)
Seorang anak melihat truk yang membawa gajah jinak dan seekor gajah liar yang dipindahkan kehabitatnya (translokasi) di Kota Subulussalam, Aceh, Minggu (9/12/18). (Foto: ANTARA FOTO/Iirwansyah Putra)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak melihat truk yang membawa gajah jinak dan seekor gajah liar yang dipindahkan kehabitatnya (translokasi) di Kota Subulussalam, Aceh, Minggu (9/12/18). (Foto: ANTARA FOTO/Iirwansyah Putra)
Gajah liar yang ditangkap petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menggiring untuk turun dari atas truk untuk dipindahkan kehabitatnya (translokasi) di Kota Subulussalam, Aceh, Minggu (9/12/2018).  (Foto: ANTARA FOTO/Iirwansyah Putra)
zoom-in-whitePerbesar
Gajah liar yang ditangkap petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menggiring untuk turun dari atas truk untuk dipindahkan kehabitatnya (translokasi) di Kota Subulussalam, Aceh, Minggu (9/12/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Iirwansyah Putra)
Gajah jinak PLG Saree yang ditunggangi pawang (mahout) menggiring seekor gajah liar (dua dari depan) saat dipindahkan kehabitatnya (translokasi) di Kota Subulussalam, Aceh, Minggu (9/12/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Iirwansyah Putra)
zoom-in-whitePerbesar
Gajah jinak PLG Saree yang ditunggangi pawang (mahout) menggiring seekor gajah liar (dua dari depan) saat dipindahkan kehabitatnya (translokasi) di Kota Subulussalam, Aceh, Minggu (9/12/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Iirwansyah Putra)