Foto: Marinir Indonesia-AS Senyap dalam Latihan Antiteror di Banyuwangi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir TNI AL dan United States Marines Corps Reconnaissance Unit yang tergabung dalam Latihan Bersama Reconex 21-II berlatih Patroli Hutan di hutan Tumpang Pitu. Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir TNI AL dan United States Marines Corps Reconnaissance Unit yang tergabung dalam Latihan Bersama Reconex 21-II berlatih Patroli Hutan di hutan Tumpang Pitu. Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Personel Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir bersama sejumlah prajurit United State Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit menjelajah kawasan hutan Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur, dalam latihan misi pengejaran sekelompok orang bersenjata.

Selama berhari-hari, dengan penuh kesabaran, dan kewaspadaan, mereka bergerak senyap menembus pekatnya hutan. Mampu bertahan hidup di hutan tropis merupakan standar kualifikasi setiap prajurit Taifib, dan ini menjadi pengalaman berharga bagi personel Marinir AS yang terlibat latihan.

Prajurit United States Marines Corps Reconnaissance Unit membakar daging biawak yang didapatkan saat bertahan hidup di hutan Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jatim. Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
Pelatih menunjukkan bahan makanan yang dapat digunakan untuk bertahan di hutan kepada Prajurit USMC Reconnaissance Unit dan Prajurit Taifib. Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir TNI AL bersama United States Marines Corps Reconnaissance Unit melewati perkampungan saat aksi pembebasan sandera pada latihan bersandi Reconex 21-II di Pancer, Banyuwangi. Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Mengolah hutan dan isinya menjadi sumber makanan adalah hal mendasar, terutama mengenali flora, dan fauna yang dapat dikonsumsi secara efektif dan aman.

Latihan bersama Jungle Survival dengan sandi Reconex-21-II, di Pusat Latihan Pertempuran Marinir 7 Lampon, Banyuwangi, selama 15 hari itu guna menguji kemampuan pasukan khusus kedua negara, baik aspek darat, maupun laut.

Puncak latihan, ditandai adanya info penyanderaan VVIP oleh sekelompok orang bersenjata. Maka dalam waktu singkat pasukan elite gabungan bergerak taktis dan cepat untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) bersama Prajurit USMC Reconnaissance Unit diterjang ombak pada latihan dayung tembus gelombang di pantai Lampon, Banyuwangi. Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) melaksanakan patoli laut pada Latihan bersama United States Marines Corps Reconnaissance Unit bersandi Reconex 21-II. Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Diawali penyusupan pantai, kemudian menurunkan pasukan dari helikopter menggunakan tali, hingga penyergapan kilat yang melumpuhkan para pelaku teror.

Latihan gabungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan persaudaraan antar pasukan dari kedua negara, sehingga kerja sama bilateral bidang pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat (Military To Military) terus berlanjut.

***