Foto: Melihat Kegiatan Panti Jompo Mewah di China

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para warga yang telah lanjut usia saat latihan menari di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )
zoom-in-whitePerbesar
Para warga yang telah lanjut usia saat latihan menari di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )

Melihat kegiatan para orang tua yang sedang menikmati masa tua di sebuah komunitas kelas atas, Yanyuan di Beijing, setelah menjalani berbagai profesi selama bertahun-tahun, mulai dari tentara, pembuat film, dan menjadi profesor di salah satu universitas top di China.

Kini, mereka tinggal di salah satu kawasan elit untuk menghabiskan masa-masa tuanya. Dari sebelumnya memiliki kegiatan yang profesional, hari ini mereka menjalani kegiatan rutinitas sehari-hari, seperti belajar menari balet, berolahraga, dan mendapatkan pelayananan makan.

Manfaat yang didapat dari warga yang sudah lanjut usia (lansia) di komunitas Yanyuan adalah mendapatkan lingkungan sosial dan teman bicara.

Saat dua orang warga yang telah lanjut usia berbincang-bincang di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )
zoom-in-whitePerbesar
Saat dua orang warga yang telah lanjut usia berbincang-bincang di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )
Suasana perpustakaan buku di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )
zoom-in-whitePerbesar
Suasana perpustakaan buku di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )

Selama kebijakan satu anak yang sempat diterapkan pemerintah China, angka populasi orang tua ikut menurun.

Menurut data yang diperoleh AFP, satu dari tiga orang di China, atau sekitar 487 juta orang penduduk China pada 2050 akan berusia 60 tahun. Angka ini lebih tinggi dari populasi di Amerika Serikat (AS).

Dibalik usaha pemerintah China yang menerapkan kebijakan satu anak untuk mengontrol angka populasi yang tinggi, muncul dampak negatif. Saat sang anak tumbuh dewasa dan telah menikah, mereka harus mengurus sang buah hati sekaligus merawat orang tuanya tanpa bantuan saudara kandung.

Sejumlah warga yang telah lanjut usia mengambil makanan di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga yang telah lanjut usia mengambil makanan di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )
Sejumlah warga yang telah lanjut usia berolahraga di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga yang telah lanjut usia berolahraga di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )
Saat seorang warga yang telah lanjut usia bermain biliar di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )
zoom-in-whitePerbesar
Saat seorang warga yang telah lanjut usia bermain biliar di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )

Untuk mendorong krisis penuaan di China, banyak perusahaan swasta yang memanfaatkan peluang bisnis tersebut, mulai dari pengembangan real estate hingga perusahaan asuransi untuk rumah jompo di mana penduduk yang sudah tua mendapatkan pelayanan bintang lima dan pelayanan medis yang terbaik.

Di komunitas Yanyuan, untuk mendapatkan program pensiun yang dimiliki perusahaan asuransi besar seperti Taikang, para warga harus membayar sekitar RMB 2 Juta (USD 400.000) atau sekitar Rp 4 miliar. Mereka juga bisa membayar uang muka sekitar RMB 6.000 (USD 1.200) atau sekitar Rp 12 juta.

Di lain pihak, rumah panti jompo yang dikelola publik dan disubsidi pemerintah dihargai sekitar USD 1.000 atau sekitar Rp 14 juta. Rumah panti jompo itu diperuntukan bagi orang-orang miskin di China.

Saat seorang warga yang telah lanjut usia berada di dalam apartemennya di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )
zoom-in-whitePerbesar
Saat seorang warga yang telah lanjut usia berada di dalam apartemennya di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )
Saat seorang warga telah lanjut usia berjalan menuju apartemennya di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )
zoom-in-whitePerbesar
Saat seorang warga telah lanjut usia berjalan menuju apartemennya di komunitas Yanyuan, Beijing, China. (Foto: AFP/GREG BAKER )